Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?

Ilustrasi sahur ramadan. (Foto: Pexels/Thirdman)

MerahPutih.com - Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun dalam ajaran Islam, terdapat keringanan atau rukhsah bagi orang yang berada dalam kondisi tertentu, termasuk ketika sedang sakit.

Lalu bagaimana hukumnya jika seseorang jatuh sakit saat menjalankan puasa Ramadan? Apakah tetap wajib berpuasa atau justru diperbolehkan untuk berbuka?

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan kelonggaran bagi orang yang sakit maupun yang sedang melakukan perjalanan untuk tidak menjalankan puasa dan menggantinya pada hari lain.

Hal ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, yang menegaskan bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya dan tidak menghendaki kesulitan.

Prinsip tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan dan keselamatan diri juga merupakan bagian penting dalam ajaran Islam.

Baca juga:

Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama

Puasa Sah Tapi Pahala Bisa Gugur? Ini Pentingnya Menjaga Lisan saat Ramadan

Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama

Kategori Sakit dan Hukumnya dalam Puasa

Para ulama membagi kondisi sakit yang dialami seseorang saat berpuasa ke dalam beberapa kategori.

1. Sakit ringan dan tidak mengganggu puasa

Jika sakit yang dialami tergolong ringan—seperti pusing ringan, flu ringan, atau batuk biasa—dan tidak memperparah kondisi saat berpuasa, maka seseorang tetap diperbolehkan menjalankan puasa.

Dalam kondisi ini, puasa tetap sah dan tidak ada kewajiban untuk berbuka.

2. Sakit yang dapat bertambah parah jika berpuasa

Apabila berpuasa berpotensi memperburuk kondisi kesehatan atau memperlambat proses penyembuhan, maka seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Dalam situasi tertentu, berbuka bahkan bisa menjadi pilihan yang lebih dianjurkan demi menjaga kesehatan dan keselamatan diri.

3. Sakit berat atau kronis

Bagi penderita sakit berat atau penyakit menahun yang kecil kemungkinan sembuh sehingga tidak mampu menjalankan puasa secara permanen, maka ia tidak wajib mengganti puasa (qadha).

Sebagai gantinya, orang tersebut diwajibkan membayar Fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. (Far)

#Tausiah #Puasa #Puasa Ramadan #Ibadah Puasa #Hukum Puasa
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya mendahulukan puasa wajib.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis Nabi, Salah Satunya Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Simak tanda-tanda malam Lailatul Qadar menurut hadis Nabi Muhammad SAW, mulai dari matahari terbit tanpa sinar menyilaukan hingga malam yang terasa sejuk.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis Nabi, Salah Satunya Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi Muhammad: Arab, Latin, dan Artinya
Simak doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan Nabi Muhammad kepada Aisyah. Arab, latin, arti, serta amalan yang dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi Muhammad: Arab, Latin, dan Artinya
Hukum Menghisap Vape saat Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Fiqih yang Perlu Diketahui
Banyak yang bertanya apakah vape membatalkan puasa Ramadan. Simak penjelasan ulama, dalil fiqih, dan alasan mengapa menghisap vape saat puasa dihukumi membatalkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Hukum Menghisap Vape saat Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Fiqih yang Perlu Diketahui
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Hari ini puasa ke berapa? Minggu 8 Maret 2026 merupakan puasa ke-18 Ramadan 1447 H menurut penetapan Kementerian Agama Republik Indonesia. Simak juga jadwal imsakiyah hingga akhir Ramadan
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Dua amalan ini sangat dianjurkan saat menyambut Ramadan. Hal itu menjadi kesiapan spritiual yang matang.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Apa itu fidyah dan bolehkah dibayar secara dicicil? Simak penjelasan lengkap tentang hukum fidyah, dalil Al-Qur’an, dan pendapat ulama terkait kewajiban ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Bagaimana hukum puasa bagi orang sakit dalam Islam? Simak penjelasan berdasarkan Al-Qur’an tentang kapan boleh berbuka, qadha puasa, hingga kewajiban fidyah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Apakah puasa sambil main game seharian bisa membatalkan? Era digital ini menimbulkan pertanyaan baru soal hukum bermain game saat puasa.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Masalah dehidrasi kerap terjadi selama bulan Ramadan karena cairan yang masuk ke dalam tubuh jauh berkurang saat menjalani puasa.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Maret 2026
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Bagikan