MerahPutih.com - Bulan suci Ramadan tidak sekadar dimaknai sebagai waktu untuk menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan menjadi kesempatan berharga untuk berbenah diri, memperdalam kualitas ibadah, serta semakin mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Kehadirannya pun patut disambut dengan sukacita, sekaligus dipersiapkan dengan kesiapan spiritual yang matang dan penuh kesungguhan. Dalam salah satu hadis disebutkan:
أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ الله عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أبْوَابُ الجَنَّةِ وتُغْلَقُ فِيْهِ أبوَابُ الجَحِيْمِ وتُغَلُّ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِيْنِ وَفِيْهِ لَيْلَةٌ هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan ini, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan yang jahat dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah merugi.” (HR an-Nasa’i)
Hadis di atas menunjukkan betapa mulianya Ramadhan. Para ulama dan generasi salaf tidak menunggu hingga bulan tersebut datang, melainkan sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari sebelumnya.
2 Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan
Setidaknya, ada dua amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan sebagai berikut:
1. Memanjatkan Doa agar Dipertemukan dengan Ramadan
Salah satu kebiasaan para ulama terdahulu adalah memperbanyak doa menjelang tibanya Ramadan. Mereka memohon kepada Allah agar diberi kesempatan hidup hingga dapat bertemu dengan bulan suci, dimudahkan dalam menjalankan ibadah, serta diterima segala amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya. Di antara doa yang masyhur dibaca oleh Rasulullah SAW pada bulan Sya’ban adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami kepada Ramadhan.” (HR al-Baihaqi)
Doa ini berisi harapan agar Allah SWT mencurahkan keberkahan pada bulan-bulan sebelum Ramadan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menikmati keutamaan bulan suci tersebut.
Selain itu, Imam al-Baihaqi (wafat 360 H) dalam kitabnya juga menyebutkan bahwa para ulama salaf menganjurkan membaca doa berikut sebagai persiapan menyambut Ramadan:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Artinya: “Ya Allah, sampaikanlah aku kepada Ramadhan, jadikan Ramadhan tetap ada untukku, dan terimalah amalanku di dalamnya dengan penerimaan yang baik.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah], vol. 1, h. 284)
Doa-doa tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa kesempatan berjumpa dengan bulan suci Ramadan merupakan anugerah yang sangat agung, lebih dari sekadar rutinitas yang datang setiap tahun.
2. Memperbanyak Istigfar dan Bertaubat
Selain berdoa, amalan penting lainnya ialah memperbanyak istighfar serta memperbarui taubat. Ramadan merupakan bulan penyucian jiwa, sehingga menyambutnya dengan hati yang bersih akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan penuh kekhusyukan.
Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki (wafat 1425 H) menjelaskan bahwa istighfar termasuk dzikir yang paling utama, terutama pada waktu-waktu yang mulia seperti bulan Sya’ban dan menjelang Ramadan. Beliau menyebutkan:
الِاسْتِغْفَارُ مِنْ أَعْظَمِ وَأَوْلَى مَا يَنْبَغِي عَلَى الْمُسْلِمِ الْحَرِيصِ أَنْ يَشْتَغِلَ بِهِ فِي الْأَزْمِنَةِ الْفَاضِلَةِ، الَّتِي مِنْهَا شَعْبَانُ... وَفِيهِ تَكْفِيرٌ لِلذُّنُوبِ
“Istighfar termasuk amalan yang paling agung dan paling utama untuk dilakukan seorang muslim yang bersungguh-sungguh, terutama pada waktu-waktu utama, di antaranya bulan Sya’ban. Di dalamnya terdapat penghapusan dosa.” (Madza fi Sya’ban [Surabaya: Haiah as-Shafwah al-Malikiyyah], h. 57)
Dengan memperbanyak bacaan istighfar, seorang Muslim dapat menyucikan diri dari dosa-dosa yang berpotensi menghambat turunnya keberkahan Ramadan. (Far)