7 Keutamaan Melakukan Puasa Ramadan Untuk Mengantarkan ke Dalam Surga
Umat Muslim Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal Jakarta
MerahPutih.com- Sebagai umat muslim menjalani Rukun Islam seperti puasa tidak mungkin merugi. Justru melakukan puasa memberikan banyak kebaikan, setidaknya ada tujuh keutamaan melakukan puasa. Berikut ini merupakan isi dari ceramah bertajuk "7 Keutamaan Melakukan Puasa Ramadan".
Assalamualaikum wr.wb
Alhdulillahirahmanirrohim. Nahmaduhu wanasta’inu, wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa, wamin sayyiaati a’maalina. Min yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu.
Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’ina amma ba’du.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Maha Baik dan Maha Kaha, memberikan nikmat berupa kesehatan pada kita semua sehingga pada malam ini kita dapat berkumpul di majlis yang baik.
Tidak lupa salawat atas kehadiran baginda Rasullulah SAW. Semoga kita semua mendapatkan syafaat dan kebaikan dari beliau.
Baca juga:
Menelusuri Perbedaan Penentuan Awal Puasa di Indonesia: Sejarah, Tradisi, dan Keberagaman
Jemaah rahimakumullah, ibadah puasa Ramadan telah tiba. Semoga kebaikan bulan ini melimpahi hidup kita. Ramadan merupakan bulan istimewa, ada sejumlah keunggulan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah-ibadah lain.
Disebut oleh Imam Dhiyauddin Al-Maqdisi dalam kitabnya, Fadhailul-’A’mal, Terbitan Al-Jami’ah Al-Islamiyyah, Madinah, Tahun 2010, halaman 168, bahwa ada sejumlah keistimewaan puasa Ramadan.
Pertama, ibadah puasa dibalas langsung oleh Allah. Setiap amalan bani Adam dilipatgandakan balasannya.
Ada yang dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Bahkan ada yang dilipatgandakan tujuh ratus kali lipat. Mengala demikian? Karena di dalam ibadah puasa terdapat rahasia ikhlas dan kesabaran.
Kedua, ibadah puasa diiringi ibadah malam dan lailatul qadar. Momen istimewa yang bertepatan dengan Ramadan adalah momentum Lailatulqadar.
Disebutkan barang siapa menunaikan ibadah malam atau qiyamullail di bulan Ramadhan disertai dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosa-dosa terdahulunya.
Demikian seperti yang disampaikan Rasulullah SAW,
“Setiap amalan bani Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Dikecualikan ibadah puasa. Puasa itu untukku, sehingga aku langsung yang membalasnya. Sebab, si hamba meninggalkan syahwat dan makanannya demi-Ku,’” (HR. al-Bukhari).
Ada pula hadis lainnya, disampaikan Rasulullah SAW. Ia berkata “Siapa yang ibadah malam pada Lailatulqadar disertai keimanan dan keikhlasan, maka diampuni untuknya dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Al-Bukhari).
Ketiga, ibadah puasa sebagai perisai diri dari godaan nafsu dan syahwat. Rasulullah saw menyebutkan , puasa adalah perisai atau pelindung diri dari berbagai perbuatan nista dan dosa, sekaligus menjadi sarana melatih diri, menahan amarah, dan nafsu syahwat, baik yang sudah berpasangan maupun yang masih lajang.
Pantas sekali, Rasulullah SAW menganjurkan orang-orang berpuasa menjadi solusi orang yang ingin sekali menikah, namun belum mampu mewujudkannya.
"Namun, siapa saja yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, sebab baginya puasa menjadi pemutus syahwat.” (HR. Muslim).
Keempat, ibadah puasa mendatangkan kebahagiaan. Kebahagian itu terasa saat kita berbuka. Yang kedua kebahagiaan pada saat kita berjumpa dengan Allah SWT.
Kemudian keistimewaan yang kelima, puasa mengantarkan kedekatan hamba dengan Allah dan terkabulnya doa.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, artinya, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku,” (QS. Al-Baqarah [2]: 186).
Sementara mustajabnya doa orang yang berpuasa, selain sudah disinggung dalam ayat di atas, juga dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya:
Artinya, “Sesungguhnya orang yang berpuasa pada saat berbuka memiliki doa yang tak ditolak,” (HR. Ibnu Majah).
Keenam, puasa memiliki manfaat langsung terhadap kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan mental. Pantas Allah berfirman dalam Al-Quran:
Artinya, “Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui, (QS. Al-Quran [2]: 184). Keistimewaan puasa yang satu ini juga dikatakan oleh Rasulullah saw.
Artinya, “Berpuasalah, maka kalian akan sehat,” (HR. Abu Nu’aim). Sudah banyak ilmuwan, baik ilmuwan Muslim maupun non-Muslim, yang membuktikan keistimewaan puasa yang berhubungan dengan kesehatan. Antara lain adalah (1) mengistirahatkan sebagian organ pencernaan; (2) memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak; (3) menguras zat sisa dalam usus; (4) memperbaiki sistem penyerapan zat makanan; (5) menormalkan sistem pembuangan zat sisa tubuh; (6) mengatasi diabetes dan obesitas. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Ketujuh, ibadah puasa mengantarkan pelakunya ke dalam surga. Sesungguhnya, puncak pencapaian ibadah seorang hamba adalah ridha Allah dan balasan surga.
Ibadah puasa merupakan salah satu ibadah yang bisa mengantarkannya. Di akhirat, khusus bagi orang yang berpuasa akan dibukakan pintu surga yang bernama pintu “ar-Rayyan”.
Artinya, “Di surga itu, ada satu pintu yang disebut dengan pintu “ar-Rayyan”. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa masuk surga pada hari Kiamat. (HR. Al-Bukhari-Muslim). (tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Puasa Tasua dan Asyura 2025: Jadwal, Keutamaan, dan Niat Lengkap
Duh, Tingginya Kasus Kematian Jamaah Haji Indonesia Jadi Sorotan Arab Saudi
Pertanda Bahaya! 418 Jamaah Haji Indonesia Meninggal Mayoritas Penyakit Jantung
Gegara Ancaman Teror Bom Saudia Airlines, Pemulangan Jamaah Haji Embarkasi Solo Terlambat
Jemaah Haji Indonesia ‘Selundupkan’ Air Zamzam Berujung Dibongkar Aparat Arab Saudi
Jamaah Haji Jangan Nekat Sembunyikan Air Zamzam di Koper, Pasti Kena Sita!
Saudi Alami Puncak Panas Ekstrem, Jamaah Haji Jangan Keluar Hotel 10.00–16.00
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat