Saudi Alami Puncak Panas Ekstrem, Jamaah Haji Jangan Keluar Hotel 10.00–16.00
Jamaah haji menggunakan payung saat berjalan di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/5/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc/am.
MerahPutih.com - Jamaah haji yang sedang mempersiapkan diri untuk pulang ke Indonesia ataupun berpindah dari Makkah ke Madinah, diimbau agar selalu menjaga kesehatannya dan mewaspadai gangguan kesehatan yang dipicu cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
Saat ini suhu udara di Makkah mencapai 45°C dan di Madinah mencapai 47°C, serta kelembapan rendah di bawah 15 persen.
Panas ekstrem itu berisiko berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan seperti dehidrasi hingga kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Baca juga:
Timwas DPR Beberkan Peran Strategis KBIH dalam Pelayanan Haji dan Solusi Monopoli Tenda Arafah-Mina
Bahkan, suhu panas di kawasan Arab Saudi saat ini dapat memperparah kondisi jamaah dengan kondisi penyakit kronis bawaan (comorbid), seperti hipertensi, diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, dan penyakit paru kronis.
“Panasnya Arab Saudi yang berbeda dengan suhu udara di Indonesia dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes," kata kata Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi Mohammad Imran di Makkah, Minggu (15/6).
Oleh karena itu, Imran mengingatkan kepada jamaah agar cukup beristirahat dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah yang menguras fisik.
Baca juga:
Penyambutan Jemaah Haji 2025, InJourney Airports Tingkatkan Kesiapan Operasional 13 Bandara
Khususnya, para jamaah haji Indonesia diingatkan untuk menghindari aktivitas di luar hotel pada waktu terik, antara pukul 10.00–16.00 WAS.
"Kami ingatkan bahwa Arab Saudi saat ini telah memasuki puncak panas, bulan Juni-Juli. Di mana pada hari ini saja, suhu di Makkah mencapai 45 derajat Celsius," tandas Imran, dikutip Antara. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
Jangan Ada Lagi Mau Lebaran Harga Cabai-Daging Mahal di Jakarta, DPRD Kebut Perda Baru
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Ramadan makin Dekat, jangan Lupa Ganti Puasa yang Terutang
DPR Ingatkan Risiko Visa Haji Ilegal, jangan Pertaruhkan Nyawa demi Berangkat Cepat
Mayoritas Jemaah Haji Indonesia Masuk Kategori Risiko Tinggi, DPR Desak PPIH Perketat Layanan
Gugatan UU Haji Memanas di MK, PKB Tegaskan Kuota Tambahan Bukan Milik Pemerintah Sepihak
Kenalkan Siskohat Nyawa Penyelenggaraan Haji Indonesia, Apa Itu?