MerahPutih.com - Ramadan di Indonesia, terutama di beberapa daerah memiliki kekhasan tersendiri. Seperti di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Pengelola Keraton Kasepuhan di Kota Cirebon, Jawa Barat, menggelar tradisi tabuh bedug atau disebut “dlugdag”
Tradisi ini dalam rangka menyambut masuknya awal bulan suci Ramadhan bagi masyarakat setempat.
Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan Kiai Jumhur mengatakan tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk pemberitahuan datangnya Ramadhan.
Baca juga:
“Tradisi ini sudah kami laksanakan turun-temurun untuk memberitahukan bahwa sudah masuk awal Ramadhan,” katanya.
Dlugdag menjadi bagian dari rangkaian tradisi keraton yang dilaksanakan setiap menyambut awal Ramadan, Idul Fitri, serta pada saat membangunkan sahur.
Menurut dia, bunyi bedug yang ditabuh menjadi penanda bagi masyarakat bahwa Ramadhan telah tiba sehingga dapat mempersiapkan diri menjalankan ibadah puasa.
Bedug yang digunakan dalam tradisi tersebut, lanjut dia, merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati yang hingga kini masih dirawat oleh pihak keraton.
Tradisi menabuh bedug juga dilakukan Sunan Gunung Jati, saat menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Pada masa itu, bedug berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus penanda waktu bagi masyarakat dalam menerima informasi keagamaan.
“Kami merawat tradisi ini agar terus terjaga, dan ini juga menjadi salah satu tanda bahwa besok sudah masuk awal Ramadhan,” ujarnya.
Prosesi ini dilaksanakan secara bertahap, untuk menghasilkan ragam bunyi tabuhan. Kemudian, penabuhan dilanjutkan oleh para abdi dalem secara bergantian selama kurang lebih satu jam.
Bedug yang ditabuh dalam tradisi tersebut adalah Bedug Samogiri, yang disebut sama dengan yang digunakan Sunan Gunung Jati pada masanya.