Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah

Tradisi Grebeg Gunungan jelang Idul Adha. (Foto: dok/tempo)

MerahPutih.com - Tradisi Grebeg Gunungan saat perayaan Idul Adha menjadi salah satu momen budaya paling dinantikan masyarakat di Yogyakarta.

Perayaan yang digelar oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini bukan sekadar ritual adat, tetapi juga mencerminkan perpaduan kuat antara budaya Jawa dan ajaran Islam yang telah hidup turun-temurun.

Dikutip dari berbagai sumber, dalam tradisi Grebeg Besar atau Grebeg Idul Adha, Keraton Yogyakarta mengarak gunungan berisi hasil bumi dan aneka makanan tradisional sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan kemakmuran.

Gunungan tersebut biasanya terdiri dari sayur-mayur, cabai merah, kacang panjang, telur, ketan, hingga jajanan tradisional yang disusun menyerupai gunung.

Bentuk gunungan dipercaya melambangkan kesejahteraan sekaligus harapan akan kehidupan yang makmur bagi masyarakat. Tradisi ini juga menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta dalam filosofi budaya Jawa.

Baca juga:

Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban

Prosesi dimulai dari kawasan keraton dengan iring-iringan para abdi dalem yang mengenakan pakaian adat Jawa lengkap. Dengan langkah tertib dan penuh khidmat, mereka membawa gunungan menuju Masjid Gedhe Kauman untuk didoakan sebelum akhirnya dibagikan kepada masyarakat.

Sepanjang perjalanan, suasana terasa sakral dengan alunan gamelan tradisional yang mengiringi arak-arakan. Ribuan warga dan wisatawan biasanya memadati area sekitar keraton untuk menyaksikan langsung prosesi budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut.

Puncak acara terjadi ketika gunungan mulai diperebutkan warga. Tradisi rebutan gunungan ini menjadi daya tarik utama karena masyarakat percaya setiap bagian dari isi gunungan membawa berkah, keselamatan, dan rezeki. Tidak sedikit warga rela berdesakan demi mendapatkan sayuran, cabai, atau makanan dari gunungan untuk dibawa pulang.

Baca juga:

Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha

Dalam konteks Idul Adha, Grebeg Gunungan memiliki makna spiritual yang erat dengan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Perayaan ini menjadi simbol berbagi rezeki kepada masyarakat, sejalan dengan semangat kurban yang diajarkan dalam Hari Raya Idul Adha.

Melalui tradisi tersebut, Keraton Yogyakarta juga ingin menegaskan pentingnya kepedulian sosial, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Tuhan.

Karena itu, Grebeg Gunungan bukan hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga cerminan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menjunjung harmoni dan semangat berbagi dalam kehidupan bersama.

Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya menjaga identitas budaya lokal agar terus lestari dari generasi ke generasi. (Far)

#Tradisi #Tradisi Jawa #Idul Adha #Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Kisah Roro Jongrang jadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Kemenag Catat Perputaran Uang lewat Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Tembus Rp 18 Triliun
Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Kemenag Catat Perputaran Uang lewat Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Tembus Rp 18 Triliun
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Bapanas menegaskan harga pangan nasional tetap terkendali usai Idul Adha 2026 meski ada gejolak geopolitik.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Satu keluarga ditemukan tewas di dalam tenda saat berkemah di Temanggung, Jawa Tengah. Polisi menduga keracunan makanan, autopsi dan pemeriksaan forensik masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Ketua Komisi III DPR Anggap Prabowo Tak Langgar Aturan dan Hukum Gunakan APBN untuk Bantuan Sapi Kurban
Habiburokhman mengatakan bantuan hewan kurban tersebut justru merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, pondok pesantren, masjid, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lain
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Ketua Komisi III DPR Anggap Prabowo Tak Langgar Aturan dan Hukum Gunakan APBN untuk Bantuan Sapi Kurban
Bagikan