MerahPutih.com - Data per Senin (28/4) pukul 14.30 WIB, sebanyak 44.985 calon haji (116 kelompok terbang) telah diberangkatkan ke Arab Saudi sejak operasional dimulai pada 22 April lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.913 orang (108 kloter) telah tiba di Madinah.
Pada tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang, yang terdiri dari 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar rapat koordinasi perdana untuk membahas persiapan operasional puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
"Kita harus memastikan pelayanan maksimal kepada jamaah haji, oleh karena itu petugas harus menyiapkan semua aspek dengan maksimal," ujar Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman.
Baca juga:
PPIH Arab Saudi memastikan bahwa seluruh aspek teknis dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M akan disiapkan semaksimal mungkin, oleh karena itu rapat koordinasi digelar secara berkala untuk memastikan perkembangan persiapan.
Sejumlah aspek dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari kesiapan sarana transportasi, mencakup jumlah bus yang disiapkan untuk membawa para jemaah haji, jadwal bus dan kesiapan terminal, hingga memastikan transportasi bagi jamaah haji lansia dan disabilitas yang menggunakan kursi roda.
Dalam rakor itu juga dibahas soal layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) untuk memastikan keamanan penyelenggaraan haji dan kelancaran operasional, juga perlindungan bagi para jemaah haji.
Lalu, rakor itu juga memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi para jemaah haji, seperti kesiapan para tenaga kesehatan, skema penanganan medis darurat, hingga penguatan pemantauan kepada jamaah haji lansia dan berisiko tinggi (risti).
Alur pergerakan jemaah, kesesuaian fasilitas dengan jadwal ibadah dan pergerakan jemaah, hingga kesiapan petugas haji menjadi sorotan agar pelayanan maksimal.
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) dan Jemaah Lansia-Disabilitas Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Ridwan Siswanto menyoroti fenomena euforia ibadah yang kerap memicu jemaah mengabaikan waktu istirahat.
"Banyak calon haji merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya terus beribadah, digeber, bahkan ada yang sampai semalaman hingga waktu tahajud," ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah.