MerahPutih.com - Arab Saudi melalui General Authority of Civil Aviation (GACA) resmi memberikan izin kepada Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong (empty leg) pada penerbangan carter haji saat pesawat kembali ke Indonesia.
Kebijakan baru ini membuka peluang besar bagi Garuda untuk mengangkut penumpang umum, termasuk wisatawan asing, sehingga penerbangan tidak lagi pulang dalam kondisi kosong.
“GACA memberikan izin kepada penerbangan kita, dalam hal ini Garuda Indonesia, untuk mengisi empty leg. Jadi selama ini pesawat haji kita yang berstatus charter selalu pulang dalam kondisi kosong,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (25/6).
Baca juga:
Penerbangan Kepulangan Jemaah Haji Alami Keterlambatan, Garuda Indonesia Meminta Maaf
Arahan Presiden dan Potensi Ekonomi
Dahnil menjelaskan persoalan pesawat pulang kosong sebelumnya menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, Presiden telah memerintahkan kementerian terkait untuk mencari solusi konkret agar penerbangan haji sekaligus bisa mendukung sektor pariwisata.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan Garuda Indonesia membentuk tim khusus.
Penumpangnya siapa? Penumpangnya inilah yang kemudian kami bicarakan dengan Kementerian Pariwisata supaya objek wisata kita bisa dijual ke masyarakat Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia,
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak
Potensi Cash Inflow
Data Kemenhaj mencatat total jamaah haji dan umrah asal Indonesia ke Arab Saudi mencapai 3,2 juta orang per tahun, terdiri atas 3 juta jamaah umrah dan 221 ribu jamaah haji. Dilansir Antara, nilai uang yang beredar dari sektor ini diperkirakan Rp 120 triliun–Rp 180 triliun.
Baca juga:
Kloter Pertama Embarkasi NTB Sudah Tibah di Makkah, Terbang Pakai Garuda Indonesia
Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap dapat meminimalisir cash outflow dan menciptakan cash inflow melalui promosi pariwisata Indonesia kepada wisatawan Timur Tengah.
“Mudah-mudahan dari komitmen ini bisa membangun ekosistem ekonomi haji di satu sisi, dan juga pariwisata kita di sisi lain, serta memperkuat national flight kita yaitu Garuda Indonesia,” tandas Dahnil. (*)