Nyorog, Tradisi Berbagi dan Silaturahmi Masyarakat Betawi Sambut Ramadan

Frengky AruanFrengky Aruan - Minggu, 01 Maret 2026
Nyorog, Tradisi Berbagi dan Silaturahmi Masyarakat Betawi Sambut Ramadan

Nyorog tradisi dari Jakarta. (Foto: Merahputih.com)

MerahPutih.com - Masyarakat Betawi di Jakarta memiliki sebuah tradisi khas bernama Nyorog menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian antarkeluarga.

Secara sederhana, Nyorog adalah tradisi mengantarkan bingkisan makanan kepada orang tua, mertua, atau kerabat yang dituakan sebelum Ramadan tiba. Kata “nyorog” sendiri dalam bahasa Betawi berarti “mengantar”.

Dikutip dari kemenparekraf.go.id, tradisi ini lazim dilakukan oleh masyarakat Betawi yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, seperti kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang masih kuat mempertahankan akar budaya Betawi.

Bingkisan yang dibawa biasanya berisi bahan makanan seperti beras, gula, minyak, teh, atau bahan masakan lain. Tak jarang pula ditambahkan lauk khas Betawi seperti semur, sayur gabus pucung, hingga ketupat atau kue tradisional.

Baca juga:

Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa

Lebih dari sekadar berbagi makanan, Nyorog mencerminkan nilai penghormatan kepada orang yang lebih tua. Dalam budaya Betawi, hubungan kekeluargaan dan tata krama sangat dijunjung tinggi. Melalui Nyorog, generasi muda menunjukkan bakti kepada orang tua sekaligus mempererat tali silaturahmi sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Tradisi ini juga menjadi momentum saling memaafkan. Saat berkunjung dan menyerahkan bingkisan, biasanya disertai percakapan hangat serta doa agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

Bertahan di Tengah Modernisasi

Di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, Nyorog tetap bertahan sebagai identitas budaya masyarakat Betawi. Meski bentuk bingkisan kini bisa lebih praktis atau disesuaikan dengan kebutuhan, esensi tradisinya tetap sama: menjaga hubungan kekeluargaan dan menumbuhkan semangat berbagi.

Sejumlah komunitas budaya Betawi bahkan terus mengampanyekan pelestarian tradisi ini agar tidak tergerus zaman. Nyorog menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat nilai empati dan kebersamaan.

Baca juga:

Tradisi Dlugdag Keraton Kasepuhan Cirebon Saat Ramadan

Melalui Nyorog, masyarakat Betawi mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang lapang. Tradisi ini menegaskan bahwa sebelum menjalani ibadah secara personal, ada nilai sosial yang perlu dijaga—yakni menghormati orang tua, mempererat keluarga, dan berbagi rezeki.

Di tengah gemerlap kota metropolitan, Nyorog tetap menjadi cermin hangatnya budaya Betawi yang sarat makna. (Far)

#Tradisi #Ramadan #Suku Betawi
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan aspek historis lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Bagikan