Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh

Meugang tradisi asal Aceh. (Foto: dok/acehprov)

MERAHPUTIH.COM - TRADISI Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan kekhasan di setiap daerah. Di Aceh, salah satu momen yang paling dinantikan menjelang bulan suci yakni meugang, sebuah tradisi turun-temurun yang sarat makna sosial, budaya, dan spiritual.

Seperti dilansir berbagai sumber, meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dengan menyembelih dan memasak daging, umumnya sapi atau kambing, untuk disantap bersama keluarga. Tradisi ini biasanya dilakukan sehari atau dua hari sebelum Ramadan, juga menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Suasana pasar tradisional di berbagai wilayah seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe mendadak ramai oleh warga yang berburu daging terbaik untuk diolah menjadi hidangan istimewa.

Secara historis, meugang diyakini telah ada sejak masa Kesultanan Aceh. Pada era pemerintahan Iskandar Muda, tradisi berbagi daging kepada rakyat disebut sebagai bagian dari kebijakan sosial kerajaan. Nilai inilah yang kemudian mengakar kuat hingga kini bahwa meugang bukan sekadar tradisi kuliner, melainkan simbol solidaritas dan kepedulian.

Dalam praktiknya, masyarakat yang mampu biasanya membeli daging dalam jumlah lebih untuk dibagikan kepada kerabat atau tetangga yang kurang mampu. Semangat berbagi ini menjadi cerminan ajaran Islam yang menekankan kepedulian sosial, terutama menjelang bulan penuh berkah.

Hidangan Khas dan Suasana Hangat

Daging meugang diolah menjadi beragam masakan khas Aceh, seperti rendang Aceh, sie reuboh (daging rebus bercuka), atau gulai daging berbumbu rempah kuat. Aroma masakan memenuhi rumah-rumah, menghadirkan suasana hangat yang mempererat hubungan keluarga. Momentum ini juga menjadi ajang silaturahim. Anggota keluarga yang merantau biasanya menyempatkan diri pulang kampung agar dapat menikmati Meugang bersama. Kebersamaan saat menyantap hidangan menjadi pembuka yang manis sebelum memasuki Ramadan.


Lebih daripada Sekadar Tradisi


Di tengah modernisasi, meugang tetap bertahan sebagai identitas budaya masyarakat Aceh. Tradisi ini bukan hanya tentang menyajikan makanan terbaik, melainkan juga tentang menyiapkan hati menyambut Ramadan, bulan yang identik dengan pengendalian diri, empati, dan peningkatan ibadah.

Meugang menjadi pengingat bahwa sebelum menahan lapar dan dahaga, ada momen untuk berbagi rezeki dan mempererat tali persaudaraan. Dalam setiap potong daging yang dibagikan, tersimpan pesan tentang syukur, kepedulian, dan kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.(far)

Baca juga:

Meugang, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Ramadan

#Ramadan #Aceh #Tradisi #Tradisi Meugang
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Sinopsis Film Pasukan 1000 Janda, Kisah Perjuangan Berdarah Pahlawan Perempuan Aceh
Film Pasukan 1000 Janda memotret perjuangan berdarah Laksamana Malahayati dan laskar Inong Balee melawan penjajah. Tayang di bioskop 12 November 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Sinopsis Film Pasukan 1000 Janda, Kisah Perjuangan Berdarah Pahlawan Perempuan Aceh
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
DPR RI menyetujui revisi UU Pemerintahan Aceh. Ada 27 ketentuan yang bakal diubah dalam UU tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Tradisi Sripuan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di NTT. Warga menggelar arak-arakan gunungan, tradisi Roda, Ashrakkal, hingga doa bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Banda Aceh Sempat Ricuh, Polisi Mulai Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Polda Aceh menyelidiki kerusuhan di Banda Aceh setelah massa mengibarkan bendera bulan bintang saat rangkaian kegiatan zikir dan doa tolak bala.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Banda Aceh Sempat Ricuh, Polisi Mulai Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Yusril Ihza Mahendra berharap situasi Aceh tetap kondusif setelah kericuhan dalam rangkaian peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Kemenko Polkam juga mengoordinasikan langkah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah eskalasi
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Kisah Roro Jongrang jadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Jembatan Enang-enang dapat dipakai masyarakat, dengan kendaraan kecil sembari menunggu proses perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Bagikan