MerahPutih.com - Pelaksana Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah mengumumkan jemaah haji bisa memanfaatkan aplikasi Kawal Haji sebagai media pelaporan terpadu jika menemui kendala selama berada di Tanah Suci.
Aplikasi tersebut berfungsi sebagai wadah bagi jemaah maupun petugas untuk melaporkan berbagai kebutuhan layanan penyelenggaraan haji secara cepat.
"Jemaah bisa melaporkan terkait beberapa layanan, misalnya konsumsi, akomodasi, transportasi, orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, bimbingan ibadah, dan hal lain yang berkaitan dengan operasional haji," kata Ali Sadikin.
Aplikasi Kawal Haji mengusung konsep crowdsourcing di mana seluruh laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jemaah dan petugas tanpa melalui proses penyaringan dari admin sehingga komunikasi berjalan dua arah.
Baca juga:
Kemenhaj Siapkan 45 Klinik Satelit Buat Layani Jemaah Haji, Jadi Lokasi Pertolongan Pertama
"Sistemnya transparan. Semua orang bisa melapor dan menanggapi. Jadi, tidak hanya petugas yang bisa menjawab, jamaah yang memiliki informasi valid dan sangat membantu bagi jamaah lain juga bisa memberikan informasi di situ," ujar Ali.
Hadirnya Kawal Haji dinilai akan memperkuat dan mengintegrasikan layanan antarpetugas. Ketika jemaah menyampaikan kendala di luar bidang petugas yang ditemuinya di lapangan, laporan tersebut dapat diteruskan ke aplikasi Kawal Haji agar segera ditindaklanjuti oleh petugas di bidang yang relevan.
Terkait aksesibilitas, Ali menekankan bahwa jemaah dan petugas tidak perlu mengunduh aplikasi ini melalui Play Store maupun App Store.
Kawal Haji dibangun menggunakan teknologi Progressive Web Application (PWA) untuk meringankan beban memori gawai jemaah, mengingat penggunaannya yang hanya bersifat periodik.