Merahputih.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau para jemaah calon haji Indonesia untuk memperketat penggunaan alat pelindung diri menyusul perubahan cuaca ekstrem di kawasan Madinah.
Selain perlindungan fisik, ribuan jemaah kini menikmati fasilitas akomodasi premium yang sangat dekat dengan area Masjid Nabawi untuk mendukung kelancaran ibadah.
Baca juga:
Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Gunakan Kecerdasan Artifisial Layani Jemaah Haji
Waspada Cuaca Panas Madinah
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, meminta jemaah mewaspadai paparan sinar matahari langsung yang dapat mengganggu kesehatan fisik.
Penggunaan payung, kacamata hitam, masker, serta alas kaki yang nyaman menjadi perlengkapan wajib saat beraktivitas di luar ruangan.
"Jemaah perlu rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit," ujar Khalilurrahman pada Kamis (23/04).
Selain hidrasi, petugas menyarankan jemaah mengoleskan tabir surya dan pelembap bibir secara berkala guna mencegah iritasi kulit akibat cuaca panas yang menyengat.
Hotel Dekat Nabawi dan Distribusi Kartu Nusuk
Sebanyak lima kloter pertama merasakan kemudahan akses dengan jarak penginapan hanya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi.
Fasilitas hotel yang berdekatan dengan pintu 330 ini menyasar lebih dari 2.500 jemaah, sehingga memudahkan lansia dan penyandang disabilitas menuju Raudhah tanpa harus menempuh jarak jauh.
Tahun ini, pemerintah juga mempercepat skema layanan kartu Nusuk dengan membagikannya sejak jemaah masih berada di tanah air.
Baca juga:
Setibanya di hotel Madinah, pihak syarikah hanya memberikan sosialisasi penggunaan kartu agar jemaah dapat langsung memanfaatkan izin akses ibadah secara efisien.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia. Karena itu, ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri dalam beribadah apabila kondisi tubuh sedang tidak fit.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya.

