MerahPutih.com - Kementerian Haji dan Umrah RI menyiapkan skema logistik khusus berupa paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi seluruh jamaah calon haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Arab Saudi.
Penyediaan makanan tersebut dilakukan untuk menjaga stamina jamaah di tengah tingginya mobilitas selama fase puncak pelaksanaan ibadah haji.
Lebih dari 3 Juta Paket Disiapkan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI Jaenal Effendi mengatakan total kebutuhan paket makanan ready to eat selama Armuzna mencapai sekitar 3.082.200 paket.
Menurutnya, kategori pertama disiapkan untuk kebutuhan pada 8 hingga 12 Dzulhijjah dengan total sekitar 1.849.680 paket.
Paket tersebut disediakan oleh dua syarikah yang bekerja sama dengan PT Halalanto Iba dan Family Food.
“Seluruhnya sudah terdistribusi oleh dua syarikah,” tuturnya dikutip Kamis (21/5).
Baca juga:
Fase Armuzna Puncak Haji, Jemaah Indonesia dapat Jatah 15 Porsi Katering Ready To Eat
Antisipasi Dampak Geopolitik Global
Sementara itu, kategori kedua disiapkan untuk kebutuhan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah dengan jumlah mencapai 1.232.520 paket.
Paket makanan tersebut diproduksi oleh industri makanan asal Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.
Jaenal mengatakan distribusi makanan dilakukan lebih awal guna mengantisipasi potensi kendala pasokan bahan baku akibat situasi geopolitik global.
Kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman,
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, RI Jaenal Effendi.
Kementerian juga memastikan menu makanan yang disiapkan tetap sesuai dengan cita rasa jamaah asal Indonesia.
Beberapa menu yang tersedia antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.
“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia,” ujarnya.
Baca juga:
Jelang Puncak Haji 2026, Wamenhaj Minta Jemaah Laporkan Pungutan Liar di Tanah Suci
Jaenal memastikan seluruh paket ready to eat dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan maupun diolah kembali.
“Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” jelasnya. (Knu)

