MERAHPUTIH.COM - DALAM kehidupan sosial, memberi sesuatu kepada orang lain merupakan salah satu bentuk nyata dari manusia sebagai makhluk sosial. Tindakan memberi ini sering dikenal dengan istilah sedekah, hadiah, atau hibah.
Walaupun ketiga konsep ini terlihat mirip karena sama-sama melibatkan pemberian, banyak dari kita yang belum sepenuhnya memahami bahwa sedekah, hadiah, dan hibah memiliki arti, tujuan, serta aturan yang berbeda.
Kesalahpahaman ini sering menyebabkan anggapan bahwa ketiganya merupakan hal yang sama, padahal dalam bahasa maupun pandangan syariat Islam, sedekah, hadiah, dan hibah memiliki makna yang khas serta kaya akan nilai-nilai tersendiri.
Seperti disebut NU Online, hibah dalam pengertian ini mencakup ke hadiah dan sedekah. Alasannya, keduanya merupakan penyerahan kepemilikan atas suatu benda secara sukarela tanpa imbalan selama hidup, meskipun ada perbedaan makna dan hukum antara ketiganya (hibah, hadiah, dan sedekah). Berikut ini perbedaan antara ketiganya:
??????: ??????? ???? ??? ??????? ???? ????? ?? ??? ????? ?? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? ?? ??? ???? ????? ???????? ??????? ?? ?? ??. ??? ??????: ??????? ???? ????? ???????? ????? ??? ???? ????? ????? ?????? ?? ?????? ?????. ???? ??????: ??????? ???? ????? ??? ???? ???????? ???????? ???? ?? ?????? ?????? ?? ???? ?? ??? ??? ??????? ??? ???? ??????? ??
Baca juga:
Sedekah Bukan Hanya Harta, Banyak Hal Yang Bisa Dilakukan Umat Islam
Artinya, 'Hibah dalam pengertian di atas bersifat umum, apakah diberikan orang kaya kepada orang miskin atau tidak, dan apakah balasan yang diharapkan di akhirat atau tidak, dan apakah barang yang dihibahkan itu berpindah tangan kepada yang menerimanya atau tidak. Adapun sedekah, dhahirnya merupakan pemberian kepada yang membutuhkan, sebagai tindakan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan biasanya dengan tujuan mendapat pahala di akhirat. Adapun hadiah, dhahirnya merupakan pemindahan kepemilikan kepada seseorang yang ingin lebih dekat dengan orang lain dan membuat mereka disayanginya, dan sering kali dengan itu terjadi pemindahan orang yang diberi hadiah ke tempat di mana hadiah itu diberikan,” (Musthafa al-Khin – Musthafa al-Bugha, al-Fiqhul Manhaji, [Damaskus, Darul Qalam: 2005], jilid III, hlm. 102).
Dari keterangan tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa: Hibah boleh diberikan dan diterima oleh orang kaya maupun orang miskin. Jika pemberian dengan mengharapkan imbalan ukhrawi, itu termasuk ke kategori sedekah. Di lain sisi, hadiah adalah pemberian dengan tujuan memuliakan orang lain atau untuk mendekatkan diri dengan orang lain.(far)
Baca juga: