MerahPutih.com - Gelombang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema. Malam puncak 25 Agustus bukan sekadar ritual, melainkan momentum spiritual yang menggetarkan hati umat Islam.
Umat diajak menyalakan kembali cinta kepada Sang Kekasih Allah dengan amalan sunnah yang penuh makna.
Baca juga:
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Semesta Berguncang Sambut Kelahiran Nabi
Dikutip dari laman Kementerian Agama RI (Kemenag), Selasa (25/8), disebutkan Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal. Satu peristiwa yang sangat terkenal seputar malam kelahirannya Nabi Muhammad SAW adalah berguncang langit Arasy.
Dijelaskan dalam sirah kitab Madarijus Su'ud karya Syekh Nawawi al-Bantani saat Nabi Muhammad SAW akan dilahirkan Arasy berguncang penuh kegembiraan, para malaikat menyebutkan tasbih dan pohon-pohon meneduhkan dahannya, awan-awan menampakkan dirinya, sementara jin-jin dihalangi dari langit.
Disebutkan pula dalam sirah yang sama, fenomena semesta ini sudah terjadi bahkan sebulan sebelum Nabi Muhammad SAW akan dilahirkan dari perut ibunda.
Jika semesta saja bersujud dalam doa, umat Islam tentu tak boleh melewatkan momentum Maulid untuk memperbanyak amalan.
Baca juga:
Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: 26 Prompt Poster AI Beserta Ucapan Siap Pakai
Merujuk anjuran Kemenag dan MUI, ada tiga amalan utama yang dianjurkan saat perayaan Maulid Nabi:
Tiga Amalan Sunnah Maulid Nabi
-
Perbanyak Salawat
-
Allah dan malaikat bersalawat untuk Nabi (QS Al-Ahzab: 56).
-
Hadis riwayat Ahmad: sekali salawat → Allah balas dengan 10 kebaikan, hapus 10 kesalahan, angkat 10 derajat.
-
-
Puasa Sunnah
-
Rasulullah lahir pada hari Senin.
-
Hadis riwayat Muslim: puasa Senin sebagai bentuk syukur atas kelahiran, diutusnya Nabi, dan turunnya wahyu.
-
-
Memperingati Maulid Nabi
-
Meski tidak ada perintah langsung dalam Al-Qur’an atau hadis, tradisi ini menjadi sarana menumbuhkan cinta kepada Rasulullah.
-
Perayaan dianggap wadah memperkuat ikatan umat dengan Nabi Muhammad SAW.
-
(Tka)