MerahPutih.com - Menu katering bagi jamaah calon haji Indonesia menjadi perhatian khusus menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jamaah,” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff dalam keterangannya kepada media, dikutip Selasa (19/5).
Baca juga:
Puncak Haji Wukuf di Arafah 26 Mei, Hari Idul Adha di Tanah Suci dan Indonesia Bareng 27 Mei
Skema Makanan Siap Santap
Maria menjelaskan fase Armuzna merupakan periode padat dan kompleks sehingga layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik.
Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa Nusantara agar lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jamaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” tutur Maria, dilansir Antara.
Selama fase Armuzna, jamaah Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa Nusantara. Selain itu, disiapkan enam porsi tambahan pada fase pra-Armuzna (7–8 Dzulhijjah) dan pasca-Armuzna (13 Zulhijah).
Baca juga:
Pengawasan Ketat Kandungan Nutrisi Menu
Kemenhaj memastikan pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Makanan siap santap akan mulai disalurkan ke hotel jamaah Indonesia pada 6 Zulhijah 1447 H (23 Mei 2026), sebelum pergerakan jamaah menuju Armuzna dimulai.
“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jamaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jamaah selama fase puncak haji,” tandas Maria. (*)