MerahPutih.com - Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Untuk itu, pentingnya persiapan fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan puasa kali ini
"Ramadan ini seperti perjalanan spiritual yang suci, di mana kita berharap mencapai derajat orang-orang bertakwa. Oleh karena itu persiapan fisik, mental, dan lainnya, sangat penting," ujar Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Khojir di Kalimantan Timur, Rabu (26/2).
Menurut Khojir, persiapan iman dan taubat penting sebelum memasuki Ramadan karena hanya orang beriman yang termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa. Dia mengutip Alquran dalam Surat At-Tahrim ayat 8 yang menganjurkan taubat sebagai motivasi untuk membersihkan diri sebelum memulai perjalanan spiritual Ramadan.
Baca juga:
Ramadan Jazz Festival 2025 Usung Tema Our Time Is Now, Ini Dia Daftar Musisinya
"Persiapan iman dan taubat ini penting karena Ramadhan adalah perjalanan suci. Orang yang beriman akan lebih siap dan mantap dalam menjalankan ibadah puasa," tuturnya.
Khojir juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa, terutama agar dipertemukan dengan bulan Ramadan, serta tidak menunda pembayaran utang puasa tahun sebelumnya. "Ini adalah spirit bagi orang beriman yang selalu berharap untuk meraih keistimewaan di bulan suci ini," imbuhnya, dikutip Antara.
Pengampu Prodi Pendidikan Agama Islam UINSI Samarinda itu juga menekankan pentingnya pemanasan dengan memperbanyak membaca Alquran sejak bulan Sya'ban. "Meskipun membaca Alquran tidak hanya di bulan Ramadan, tapi intensitasnya biasanya meningkat di bulan suci ini," imbaunya.
Baca juga:
Tri Hadirkan Program Sedekah Kuota Ajak Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan
Persiapan non-fisik lainnya yang perlu diperhatikan adalah mengkaji kembali pemahaman tentang Ramadan, termasuk doa-doa yang berkaitan dengan ibadah pada bulan suci ini. Khojir menyarankan agar umat Islam membuka kembali catatan atau sumber-sumber ilmu terkait Ramadan agar ibadah dapat dijalankan dengan baik.
Tak kalah penting, Khojir juga mengingatkan umat Islam untuk menyiapkan fisik dan kesehatan. Menurutnya, puasa tidak hanya perjalanan spiritual, tetapi juga melibatkan fisik. Oleh karena itu penting untuk mengenali kondisi kesehatan diri sendiri dan menyiapkan fisik yang prima.
"Jika tidak siap, bisa jadi seseorang gagal dalam menjalankan ibadah puasa. Stamina dan kekuatan fisik sangat dibutuhkan dalam menjalankan ibadah puasa," tandas akademisi UIN Samarinda itu. (*)