MerahPutih.com - Kloter pertama haji 2026 akan mulai berangkat dari tanah air pada Rabu lusa 22 April. Sebanyak 23 dapur katering telah disiapkan untuk melayani jamaah calon haji gelombang pertama asal Indonesia yang tiba di Madinah.
Dapur ketering itu akan memanjakan lidah para calon haji dengan menu bercita rasa Nusantara sehingga jamaah tidak perlu khawatir soal makanan selama berada di Madinah sekitar sembilan hari.
“Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” kata Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Beny Darmawan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4).
Baca juga:
Haji Tahun Ini Beda, Kartu Nusuk Dibagikan Saat Berangkat Bukan di Jeddah
Bumbu Asli Indonesia
Beny menjelaskan seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk pasta atau racikan siap pakai.
“Bumbu pasta asli Indonesia jauh lebih memudahkan dalam distribusi hingga produksi, dibanding harus mendatangkan bumbu mentah,” tuturnya, dilansir Antara
Setiap dapur wajib memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten asal Indonesia, yang menjadi syarat mutlak agar cita rasa Nusantara tetap terjaga.
Tak hanya itu, seluruh makanan jamaah akan melalui proses pengecekan di tiga lokasi: kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan sektor tempat jamaah berada.
Dengan sistem pengawasan berlapis ini, pemerintah memastikan makanan jamaah haji Indonesia halal, aman, dan sesuai standar gizi. “Pengawasan terakhir nanti ada petugas konsumsi di hotel yang memeriksa makanannya,” imbuh Beny.
Baca juga:
Pemberangkatan Kloter Pertama Petugas Haji Didominasi Tim Perlindungan Jemaah
Menu Khusus Lansia
Selama di Madinah, jamaah akan mendapatkan 27 kali makan atau tiga kali sehari, sesuai kebiasaan masyarakat Indonesia yang makan pagi, siang, dan malam. Untuk jamaah lanjut usia (lansia), menu akan disesuaikan agar lebih mudah dicerna.
“Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi dibuat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” tandas Beny.