Puasa Sah Tapi Pahala Bisa Gugur? Ini Pentingnya Menjaga Lisan saat Ramadan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 27 Februari 2026
Puasa Sah Tapi Pahala Bisa Gugur? Ini Pentingnya Menjaga Lisan saat Ramadan

Pentingnya menjaga lisan saat berpuasa. (Foto: unsplash/sander sammy)

MerahPutih.com - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan pengendalian diri, termasuk dalam menjaga ucapan. Lisan yang tidak terjaga dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa, meskipun secara hukum ibadahnya tetap sah.

Dalam menjalankan ibadah puasa, tidak hanya rukun dan kewajiban yang perlu diperhatikan. Umat Muslim juga dianjurkan menjaga kesunnahan serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi keberkahan puasa. Salah satu aspek terpenting adalah menjaga lisan.

Perintah menjaga lisan sejatinya tidak hanya berlaku saat berpuasa, tetapi dalam setiap waktu. Muhammad SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰه وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْلِيَصْمُتْ

Artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Baca juga:

Terlewat Salat Tarawih, Apakah Bisa Diganti? Simak Penjelasan Ulama Syafi’i

Hadis di atas menegaskan bahwa menjaga ucapan merupakan bagian dari keimanan. Diam lebih baik daripada berkata buruk yang bisa menyakiti orang lain atau menimbulkan dosa.

Dalam konteks berpuasa, menjaga lisan menjadi semakin penting. Rasulullah SAW juga bersabda:

خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ: الْغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالْكَذِبُ، وَالنَّظَرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ

Artinya: “Lima hal yang bisa menggugurkan pahala orang berpuasa; membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.” (HR. Ad-Dailami)

Baca juga:

Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama

Perlu dipahami, perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa secara hukum fikih, tetapi dapat menghilangkan pahala dan keberkahan yang seharusnya diraih.

Jangan sampai pahala ibadah puasa menjadi gugur hanya karena tidak mampu menjaga ucapan. Selain berpotensi kehilangan pahala, seseorang juga bisa mendapatkan dosa akibat perkataan yang menyakiti, seperti ghibah (membicarakan keburukan orang lain), fitnah, atau kebohongan.

Menjaga lisan saat berpuasa merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah. Puasa bukan hanya menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang menyakiti serta perbuatan yang merugikan orang lain. (Far)

#Tausyiah #Ramadan 2026 #Puasa Ramadan 2026
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Menag Ingatkan Umat Nilai-Nilai Ramadan jangan Sampai Hilang setelah Lebaran 2026
Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi.
Dwi Astarini - Rabu, 25 Maret 2026
Menag Ingatkan Umat Nilai-Nilai Ramadan jangan Sampai Hilang setelah Lebaran 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Satpol PP DKI Beri Sanksi 21 Tempat Hiburan yang Langgar Jam Operasional Ramadan
Satpol PP DKI Jakarta memberikan sanksi kepada 21 tempat hiburan malam yang melanggar aturan jam operasional selama Ramadan 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Satpol PP DKI Beri Sanksi 21 Tempat Hiburan yang Langgar Jam Operasional Ramadan
Bank Jakarta Berikan Santunan Rp 1,7 Miliar untuk 8.500 Anak Yatim dan Duafa
Bank Jakarta menyalurkan santunan senilai Rp 1,7 miliar kepada 8.500 anak yatim dan kaum duafa, Kamis (12/3).
Soffi Amira - Jumat, 13 Maret 2026
Bank Jakarta Berikan Santunan Rp 1,7 Miliar untuk 8.500 Anak Yatim dan Duafa
Heldy Mahardika Rilis Lagu 'Ayo Sahur', Pengingat Ibadah di Bulan Ramadan
Produser Republik Cinta Manajemen Heldy Mahardika merilis single religi 'Ayo Sahur' sebagai pengingat ibadah puasa di bulan Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Heldy Mahardika Rilis Lagu 'Ayo Sahur', Pengingat Ibadah di Bulan Ramadan
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Dibuka di ASHTA SCBD, Hadirkan Pameran Ilustrasi Ramadan
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 resmi dibuka di ASHTA District 8 SCBD. Hadirkan berbagai program selama 10 hari.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Dibuka di ASHTA SCBD, Hadirkan Pameran Ilustrasi Ramadan
Denim Modest Wear Jadi Tren Bukber, Koleksi Khanza Maryam Curi Perhatian di Ramadan Rhapsody 2026
Denim modest wear menjadi tren bukber Ramadan 2026. Koleksi dari Khanza Maryam mencuri perhatian di runway Ramadan Rhapsody 2026.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
Denim Modest Wear Jadi Tren Bukber, Koleksi Khanza Maryam Curi Perhatian di Ramadan Rhapsody 2026
Earth Tone, Pastel, dan Netral Jadi Tren Warna Fashion Ramadan 2026
Tren warna fashion Ramadan 2026 didominasi earth tone, pastel lembut, dan warna netral elegan. Simak palet warna busana muslim yang populer tahun ini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Earth Tone, Pastel, dan Netral Jadi Tren Warna Fashion Ramadan 2026
Menilik Panti Asuhan Yakin, Rumah Harapan Anak Yatim Piatu di Tengah Kota Jakarta
Suasana anak-anak Yatim Piatu bertadarus di Panti Asuhan Yakin, Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 10 Maret 2026
Menilik Panti Asuhan Yakin, Rumah Harapan Anak Yatim Piatu di Tengah Kota Jakarta
Kuliner Tradisional Ramadan, Lamang Tapai Khas Minangkabau Jadi Favorit Menu Berbuka
Pekerja membuat lamang tapai makanan khas Minangkabau di industri rumahan kawasan Kramat Raya, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 10 Maret 2026
Kuliner Tradisional Ramadan, Lamang Tapai Khas Minangkabau Jadi Favorit Menu Berbuka
Bagikan