Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa

Jaburan merupakan tradisi. (Foto: dok/surakarta.go.id)

MerahPutih.com - Tradisi Ramadan di Indonesia tak pernah lepas dari kearifan lokal yang sarat makna. Salah satunya adalah Jaburan, tradisi berbagi makanan yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jaburan merupakan kebiasaan warga menyediakan makanan dan minuman secara bergiliran untuk para jamaah masjid atau musala selama bulan Ramadan. Biasanya, hidangan disajikan setelah salat Tarawih sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang beribadah, sekaligus mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong.

Bagi sebagian orang, istilah 'Jaburan' mungkin terdengar asing. Namun di sejumlah daerah di Pulau Jawa, tradisi ini begitu lekat dengan suasana Ramadan.

Jaburan merujuk pada kebiasaan berbagi makanan secara bersama-sama, baik untuk berbuka puasa maupun santapan setelah ibadah malam. Kegiatan ini dilakukan di lingkungan masjid, musala, atau sekitar tempat tinggal warga.

Tradisi ini awalnya berkembang di wilayah Solo dan sekitarnya, lalu menyebar ke berbagai daerah lain di Pulau Jawa. Bahkan, praktik serupa juga dapat ditemukan di sejumlah wilayah Sumatera, dipengaruhi oleh perpindahan masyarakat Jawa melalui program transmigrasi.

Baca juga:

Tradisi Dlugdag Keraton Kasepuhan Cirebon Saat Ramadan

Tradisi Balimau Kasai Khas Riau, Ritual Penyucian Diri Sambut Ramadan

Pelaksanaan Jaburan dilakukan secara sukarela dan dilandasi keikhlasan. Pada dasarnya, tradisi ini merupakan bagian dari praktik sedekah di bulan Ramadan.

Sebagaimana diketahui, amalan sedekah di bulan suci diyakini memiliki pahala yang berlipat ganda. Memberikan makanan kepada orang lain bukan hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga diyakini sebagai amal yang dapat menghapus dosa dan kesalahan.

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْـخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Artinya: Sedekah itu dapat menghapuskan kesalahan laksana air dapat memadamkan api (HR At-Tirmidzi).

Semangat berbagi inilah yang kemudian menjadi ruh utama Jaburan.

Keberadaan tradisi Jaburan turut membuat masjid semakin hidup dan ramai selama Ramadan. Selain menjadi wujud ibadah yang tulus karena Allah SWT, kegiatan ini juga menghadirkan daya tarik tersendiri yang mendorong masyarakat lebih aktif memakmurkan masjid. (Far)

#Tradisi #Ramadan 2026 #Bulan Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Menag Ingatkan Umat Nilai-Nilai Ramadan jangan Sampai Hilang setelah Lebaran 2026
Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi.
Dwi Astarini - Rabu, 25 Maret 2026
Menag Ingatkan Umat Nilai-Nilai Ramadan jangan Sampai Hilang setelah Lebaran 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Proses memasak ini biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh warga, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Bagikan