MerahPutih.com - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan pengendalian diri, termasuk dalam menjaga ucapan. Lisan yang tidak terjaga dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa, meskipun secara hukum ibadahnya tetap sah.
Dalam menjalankan ibadah puasa, tidak hanya rukun dan kewajiban yang perlu diperhatikan. Umat Muslim juga dianjurkan menjaga kesunnahan serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi keberkahan puasa. Salah satu aspek terpenting adalah menjaga lisan.
Perintah menjaga lisan sejatinya tidak hanya berlaku saat berpuasa, tetapi dalam setiap waktu. Muhammad SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰه وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْلِيَصْمُتْ
Artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Baca juga:
Terlewat Salat Tarawih, Apakah Bisa Diganti? Simak Penjelasan Ulama Syafi’i
Hadis di atas menegaskan bahwa menjaga ucapan merupakan bagian dari keimanan. Diam lebih baik daripada berkata buruk yang bisa menyakiti orang lain atau menimbulkan dosa.
Dalam konteks berpuasa, menjaga lisan menjadi semakin penting. Rasulullah SAW juga bersabda:
خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ: الْغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالْكَذِبُ، وَالنَّظَرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ
Artinya: “Lima hal yang bisa menggugurkan pahala orang berpuasa; membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.” (HR. Ad-Dailami)
Baca juga:
Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Perlu dipahami, perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa secara hukum fikih, tetapi dapat menghilangkan pahala dan keberkahan yang seharusnya diraih.
Jangan sampai pahala ibadah puasa menjadi gugur hanya karena tidak mampu menjaga ucapan. Selain berpotensi kehilangan pahala, seseorang juga bisa mendapatkan dosa akibat perkataan yang menyakiti, seperti ghibah (membicarakan keburukan orang lain), fitnah, atau kebohongan.
Menjaga lisan saat berpuasa merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah. Puasa bukan hanya menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang menyakiti serta perbuatan yang merugikan orang lain. (Far)