Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Berita Indonesia

PPIH Ingatkan Jemaah tak Memaksakan Diri Salat ke Masjidilharam

Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - TIM Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah menegaskan salat di masjid hotel di Makkah memiliki keutamaan pahala yang sama dengan salat di Masjidilharam, yakni 100 ribu kali lipat. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman yang berkembang di kalangan jemaah calon haji.

Sebagian jemaah menilai salat di masjid hotel memiliki pahala berbeda sehingga memaksa jemaah untuk selalu beribadah di Masjidilharam, meski kondisi tidak memungkinkan.

Pelaksana Bimbad PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan keinginan untuk beribadah langsung di Masjidilharam merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan yang sama dalam hal pahala ibadah.

“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidilharam,” ujar Aziz kepada wartawan di Makkah, dikutip Kamis (7/5).

Baca juga:

Pakai Jasa Dorong Kursi Roda Resmi Masjidilharam Biar Aman Razia, Ini Ciri-Ciri!



Aziz mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri untuk selalu beribadah di Masjidilharam jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Aziz menegaskan setiap umat Islam wajib menjunjung tinggi prinsip hifdzun nafs, atau menjaga jiwa, sebelum melakukan berbagai aktivitas.

“Inginnya ke sana, salat, tidak salah, kalau memang fisiknya memungkinkan. Tapi harus ingat, di sini ladang untuk berbuat baik. Tapi yang paling baik ialah orang yang bisa memberikan kesempatan baik pada orang untuk berbuat baik. Maka jangan sampai kita memonopoli,” ujarnya.

Aziz menyebut jemaah yang dalam kondisi sehat sebaiknya tidak memprovokasi atau mendorong jemaah lain untuk mengikuti aktivitas ibadah yang sama, terutama jika berpotensi membahayakan. Sebab, kata Aziz, berbagai risiko kerap terjadi di area Masjidilharam, seperti jemaah tersesat akibat banyaknya pintu dan berdesakan, termasuk bila belum pasti terkait tim yang akan membantu selama di Masjidilharam. “Begitu masuk ke area Masjidilharam, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sandalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi, jemaah hilang di Masjidilharam,” ucapnya.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Aziz mengimbau jemaah dengan kondisi tertentu, seperti lansia, disabilitas dan jemaah dengan riwayat penyakit, agar bisa mengoptimalkan ibadah di masjid yang tersedia di hotel masing-masing.

“Bagi jemaah haji yang lanjut (lansia), disabilitas dan jemaah dengan risiko tinggi, silahkan dioptimalisasikan ibadahnya di hotel masing-masing,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

Jemaah Haji Dilarang Selfie dan Live Streaming di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi




Baca Artikel Asli