Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Berita Indonesia

Layanan Konsumsi Haji 2026 Kini Serba Digital, Jemaah Dapat Tambahan Gizi dan 15 Kali Makan di Armuzna

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026

MerahPutih.com - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan transformasi besar dalam pelayanan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M.

Salah satu sektor krusial yang mengalami pembaruan signifikan adalah layanan konsumsi yang kini bertumpu pada teknologi digital dan peningkatan standar gizi.

Inovasi ini dirancang untuk memastikan kebugaran ratusan ribu jemaah tetap prima menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna yang memiliki jarak tempuh sekitar 25 kilometer.

Perubahan paling mencolok pada penyelenggaraan tahun ini adalah terintegrasinya seluruh ekosistem katering ke dalam sistem digital.

Pengelolaan data konsumsi mulai dari pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan kini dilakukan secara real-time.

“Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan,” jelas Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, dikutip Selasa (12/5).

Baca juga:

Timwas Haji DPR RI Sidak Layanan di Tanah Suci, Hotel Sempit Jadi Sorotan Utama

Kehadiran teknologi ini menjadi sangat penting mengingat PPIH harus mengelola distribusi dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang dihuni 527 kloter jemaah di Makkah.

Pengawasan ketat yang dilakukan PPIH disebut membuahkan hasil yang terkendali. Hingga saat ini, sistem mencatat lebih dari 1.193.534 boks makanan telah berhasil didistribusikan kepada jemaah tanpa kendala berarti.

Selain modernisasi sistem, kualitas menu konsumsi jemaah juga mengalami peningkatan signifikan.

Penyusunan menu tahun ini dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi serta penyesuaian cita rasa khas Nusantara. Variasi lauk-pauk juga diperbanyak agar jemaah tidak mudah merasa bosan dan tetap memiliki selera makan yang baik.

Pemerintah turut menambahkan nutrisi pelengkap di luar makanan utama harian. Setiap jemaah kini rutin mendapatkan tambahan susu, buah-buahan segar, dan air mineral.

“Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia,” papar Indri.

Baca juga:

Cuaca Panas, Jemaah Haji Diminta Tidak Tunggu Rasa Haus Untuk Mulai Minum

Fokus layanan konsumsi kini juga mulai diarahkan pada persiapan fase puncak haji.

Setibanya di Arafah, jemaah akan langsung disambut dengan tiga botol air mineral sebagai minuman pembuka.

Selama menjalani wukuf di Arafah pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, jemaah dijamin mendapatkan maksimal lima kali makan penuh.

Sebelum bergerak menuju Muzdalifah pada malam hari, paket konsumsi tambahan juga akan dibagikan sebagai bekal energi jemaah.

Kemudian saat berada di Mina untuk melontar jumrah, layanan logistik kembali dimaksimalkan. Mulai 10 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah akan memperoleh suplai makanan maksimal sepuluh kali demi menjaga kondisi fisik tetap optimal selama menjalani rangkaian ibadah. (Knu)

Baca Artikel Asli