MerahPutih.com - Potensi ekonomi dari ekosistem haji dan umrah sangat besar dan perlu dimanfaatkan optimal oleh pelaku industri nasional. Peluang tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi industri dalam negeri.
Ada empat IKM binaan berhasil menembus pasar sebagai pemasok, yakni CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang.
Selain itu, delapan IKM batik binaan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta juga berhasil bermitra melalui fasilitasi sertifikasi Batikmark, yang menjadi syarat penting dalam memastikan keaslian produk batik untuk seragam haji.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi industri kecil menengah (IKM) binaannya untuk menjadi pemasok perlengkapan haji 2026, sebagai upaya memperkuat peran industri nasional sekaligus mengoptimalkan pasar domestik yang besar.
Baca juga:
Pemberangkatan Kloter Pertama Petugas Haji Didominasi Tim Perlindungan Jemaah
Upaya tersebut tercermin dari keberhasilan 12 IKM binaan Kemenperin yang memasok kebutuhan perlengkapan jemaah haji tahun 1447 Hijriah, mulai dari produk sandang hingga kain ihram.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan di Jakarta, Jumat menyampaikan, keterlibatan IKM dalam penyediaan perlengkapan haji merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengoptimalkan potensi pasar domestik.
“Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka,” kata Menperin. (*)