Merahputih.com - Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah menegaskan bahwa salat di masjid hotel wilayah Makkah memiliki keutamaan pahala 100.000 kali lipat, serupa dengan beribadah di Masjidil Haram.
Penegasan ini bertujuan meluruskan persepsi jemaah haji yang sering memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram meskipun kondisi fisik atau keamanan tidak mendukung.
Baca juga:
31 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Dirawat di Arab Saudi, Kelelahan dan Pengaruh Cuaca
Keutamaan Wilayah Tanah Haram
Pelaksana Bimbad PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, menjelaskan bahwa seluruh cakupan wilayah Tanah Haram memiliki kemuliaan yang sama.
Menurutnya, pemahaman mengenai lokasi ibadah perlu disinkronkan dengan kemampuan fisik masing-masing individu agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.
“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat,” ujar Aziz, Kamis (7/5).
Aziz menekankan prinsip hifdzun nafs atau menjaga jiwa sebagai prioritas utama dalam menjalankan rangkaian ibadah haji. Jemaah yang sehat memiliki tanggung jawab untuk tidak memprovokasi jemaah lain yang memiliki keterbatasan fisik agar tidak memaksakan diri menuju Masjidil Haram.
Mitigasi Risiko bagi Jemaah Lansia
Kondisi area Masjidil Haram yang sangat luas dan padat berpotensi menimbulkan kendala teknis bagi jemaah, seperti tersesat atau kelelahan hebat. Petugas sering menemukan kasus jemaah yang lupa arah jalan, letak pintu masuk, hingga lokasi penyimpanan alas kaki akibat padatnya massa di pusat ibadah tersebut.
“Begitu masuk ke area Masjidil Haram, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sendalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi,” ucap Aziz.
Baca juga:
10 Orang Jemaah Haji Dikabarkan Meninggal, Mayoritas Serangan Jantung
Menyikapi hal tersebut, PPIH mengimbau kelompok rentan untuk mengambil pilihan yang lebih aman dan nyaman tanpa mengurangi nilai ibadah. Pengoptimalan fasilitas ibadah di hotel menjadi solusi cerdas untuk menjaga stamina menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Bagi jemaah haji yang lanjut (lansia), disabilitas dan jemaah dengan risiko tinggi, silakan dioptimalisasikan ibadahnya di hotel masing-masing,” pungkasnya.