Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Waspada Microsleep saat Mudik Lebaran, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Maret 2026
Waspada Microsleep saat Mudik Lebaran, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi mengemudi mobil. (Foto: Pexels/Sharon)

MerahPutih.com - Musim mudik Lebaran segera tiba. Banyak orang mulai mempersiapkan perjalanan pulang ke kampung halaman agar perjalanan berjalan lancar dan nyaman.

Namun di tengah berbagai persiapan tersebut, kondisi kesehatan tubuh sering kali kurang diperhatikan. Padahal, menjaga stamina sangat penting agar perjalanan mudik tetap aman.

Salah satu risiko yang kerap dialami pemudik, khususnya pengemudi, adalah microsleep atau tidur singkat tanpa disadari saat berkendara.

Kondisi ini berbahaya karena dapat terjadi secara tiba-tiba ketika tubuh tidak dalam kondisi fit akibat kelelahan, kurang tidur, atau aktivitas yang terlalu padat sebelum perjalanan.

Banyak pemudik lebih fokus bekerja keras untuk menyiapkan kebutuhan finansial saat pulang kampung, namun lupa menjaga kondisi tubuh dengan olahraga rutin, pola makan sehat, dan waktu tidur yang cukup.

Jika kebutuhan tubuh ini diabaikan, dampaknya bisa terasa saat perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, mulai dari sepersekian detik hingga sekitar 30 detik.

Meski berlangsung singkat, kondisi ini sangat berbahaya terutama saat seseorang sedang mengemudi.

Saat microsleep terjadi, otak tidak mampu merespons lingkungan dengan baik. Sistem yang mengatur perhatian dan pendengaran bisa berhenti bekerja sementara, sehingga seseorang tidak menyadari situasi di sekitarnya.

Akibatnya, pengemudi bisa kehilangan kendali kendaraan karena tidak merespons kondisi jalan.

Biasanya setelah microsleep terjadi, tubuh akan bereaksi secara spontan seperti tersentak atau gerakan tiba-tiba yang membuat seseorang kembali terbangun.

Baca juga:

Tubuh Tetap Fit dan Tak Gampang Mengantuk selama Berpuasa

Sering Mengantuk? Jangan-Jangan Kamu Alami Hypersomnolence Disorder

Penyebab Microsleep

Microsleep dapat dipicu oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi tubuh yang tidak optimal. Beberapa penyebab umum antara lain:

  • Gangguan tidur
  • Bekerja dengan sistem shift malam
  • Kurang tidur atau memiliki “utang tidur”
  • Efek obat-obatan tertentu

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh kelelahan dan meningkatkan risiko tertidur sejenak tanpa disadari.

Tanda-Tanda Microsleep

Microsleep sebenarnya bisa dikenali melalui beberapa gejala awal, seperti:

  • Sering menguap
  • Mata terasa berat dan sulit dibuka
  • Berkedip lebih lambat atau terlalu sering
  • Tidak mengingat kejadian beberapa menit sebelumnya
  • Sulit memahami informasi dari orang lain
  • Kepala tiba-tiba tertunduk karena mengantuk
  • Tersentak bangun dengan gerakan tubuh mendadak

Jika gejala tersebut muncul saat berkendara, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat.

Baca juga:

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026

Cara Mencegah Microsleep Saat Perjalanan

Agar perjalanan mudik tetap aman, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari microsleep:

1. Segera berhenti jika mengantuk

Jika mulai merasakan gejala microsleep saat berkendara, segera menepi di tempat yang aman untuk beristirahat.

2. Tidur sejenak

Istirahat singkat dengan memejamkan mata selama beberapa menit dapat membantu memulihkan kondisi tubuh.

3. Konsumsi minuman berkafein

Minuman seperti kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan setelah beristirahat.

4. Lakukan peregangan

Stretching atau peregangan ringan dapat membantu tubuh kembali segar.

5. Cukupi waktu tidur sebelum perjalanan

Waktu tidur yang disarankan sebelum perjalanan jauh adalah sekitar 6–8 jam.

6. Hindari makanan tinggi karbohidrat

Makanan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan hormon serotonin dan melatonin yang memicu rasa kantuk.

7. Ajak teman berbicara

Perjalanan yang terlalu monoton dapat memicu rasa kantuk. Mengobrol dengan teman selama perjalanan dapat membantu menjaga kewaspadaan. (Tka)

#Mudik 2026 #Mudik Lebaran #Tips Mudik #Mengemudi Mobil #Microsleep Disorder #Lebaran 2026 #Idul Fitri 2026
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Umat Muslim Rekreasi di Pantai Lagoon Ancol Usai Shalat Iduladha 1447 H
Sejumlah warga menikmati suasana Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara, Rabu (27/5/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 27 Mei 2026
Umat Muslim Rekreasi di Pantai Lagoon Ancol Usai Shalat Iduladha 1447 H
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Program Mudik Bareng Diton 2026 sukses memberangkatkan pemudik gratis dari Cikarang ke Surabaya dan Yogyakarta. Kuota meningkat karena antusiasme tinggi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
KAI ungkap perjalanan kereta api selama Lebaran 2026 lebih ramah lingkungan. Emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Korlantas Polri optimalkan Operasi Ketupat 2026 dengan teknologi real-time dan pendekatan humanis.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
KAI Catat 5 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 118%
KAI melayani 5,08 juta penumpang selama Lebaran 2026, naik 8 persen. Okupansi KA jarak jauh tembus 118% dengan ketepatan waktu hampir 100%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
KAI Catat 5 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 118%
Usai Lebaran 2026, Disdukcapil Prediksi Pendatang ke Jakarta Menurun
Disdukcapil DKI mencatat pendatang ke Jakarta usai Lebaran 2026 hanya 1.335 orang. Tren penurunan terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Usai Lebaran 2026, Disdukcapil Prediksi Pendatang ke Jakarta Menurun
Ekonomi Jakarta Menguat saat Imlek dan Lebaran 2026, JFW Catat Rekor Transaksi
Ekonomi Jakarta meningkat saat Imlek dan Lebaran 2026. Jakarta Festive Wonders (JFW) mencatatkan rekor transaksi.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Ekonomi Jakarta Menguat saat Imlek dan Lebaran 2026, JFW Catat Rekor Transaksi
Daftar Rute Kereta Api Favorit Lebaran 2026, Joglosemarkerto Paling Diminati
Joglosemarkerto jadi rute kereta api favorit selama Lebaran 2026. KA tersebut mencatatkan tingkat pemesanan tertinggi pada periode 11 Maret-1 April 2026.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Daftar Rute Kereta Api Favorit Lebaran 2026, Joglosemarkerto Paling Diminati
Kapolri Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, arus balik Lebaran 2026 aman dan lancar. Namun, polisi tetap bersiaga di titik rawan.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Kapolri Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan
KCIC: Penjualan Tiket Whoosh Lebaran 2026 Tembus 293 Ribu, Arus Balik Meningkat
Penjualan tiket Whoosh pada periode Lebaran 2026 terus meningkat. Sampai 29 Maret 2026, tercatat 293 ribu tiket sudah terjual.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
KCIC: Penjualan Tiket Whoosh Lebaran 2026 Tembus 293 Ribu, Arus Balik Meningkat
Bagikan