MerahPutih.com - KCIC mencatat penjualan tiket Whoosh pada periode Angkutan Lebaran 2026, yang menunjukkan tren tinggi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus balik libur Lebaran.
Berdasarkan data terbaru hingga 29 Maret 2026, total tiket yang telah terjual mencapai sekitar 293 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026.
Sementara untuk keberangkatan pada 29 Maret 2026, tiket yang telah terjual hingga saat ini mencapai sekitar 12 ribu tiket.
Lalu, diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 20 ribu penumpang, seiring penjualan yang masih berlangsung hingga waktu keberangkatan terakhir.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menyebutkan, bahwa tingginya mobilitas pada masa arus balik menunjukkan pergerakan masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah berlibur.
“Jam favorit di sore dan malam hari dari arah Bandung,” ujar Eva kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/3).
Baca juga:
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Tiket Whoosh untuk periode Angkutan Lebaran dapat dipesan melalui seluruh kanal penjualan resmi, yaitu aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
Penumpang dari wilayah Bandung juga diimbau untuk memanfaatkan KA Feeder menuju Stasiun Padalarang sebagai bagian dari perjalanan Whoosh guna menghindari keterlambatan.
Dengan menggunakan layanan feeder yang terintegrasi, perjalanan menuju stasiun menjadi lebih terjadwal dan bebas dari potensi kepadatan lalu lintas, sehingga penumpang dapat tiba tepat waktu sebelum proses boarding ditutup.
Adapun, keberangkatan pada 30 Maret 2026, volume penumpang juga diprediksi tetap tinggi seiring adanya masyarakat yang memilih kembali lebih awal untuk langsung melanjutkan aktivitas kerja.
Baca juga:
Angkutan Lebaran 2026, Penumpang Whoosh Diprediksi Tembus 25 Ribu Orang per Hari
Melihat tingginya mobilitas pada masa arus balik serta potensi kepadatan di jalan raya menuju stasiun, Eva mengimbau penumpang untuk disiplin waktu dan datang minimal 30 menit sebelum keberangkatan.
“Ini mengingat proses boarding ditutup 5 menit sebelumnya demi keselamatan dan kelancaran perjalanan,” tutup Eva. (knu)