Stok Diklaim Banyak, Tapi Harga Bahan Pokok Lebihi HET
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) memantau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat. (foto: dokumen Kemendag)
MerahPutih.com - Harga bahan pokok di awal Ramadan ini megalami lonjakan. Padahal, pemeritah sudah menetapkan Harga Eceren Tertingi beberapa bahan pokok.
Harga, pada Rabu (5/3) terpantau telur ayam ras Rp 30.000/kg, bawang merah Rp 55.000/kg, daging sapi Rp 140.000/kg, Minyakita Rp 17.000-Rp 18.000/liter, serta minyak goreng curah Rp 18.000/liter.
Sedangkan harga tepung terigu kemasan premium Rp 12.000/kg, beras premium Rp 14.000/kg, gula pasir Rp 18.000/kg, bawang putih honan Rp 55.000/kg, harga cabai merah keriting Rp 70.000/kg, cabai rawit merah Rp 120.000/kg, beras medium Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan premium Rp 21.500/liter, serta daging ayam ras Rp 35.000/kg.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) memantau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu, (5/3).
Baca juga:
Inpeksi Harga Bahan Pokok di Solo, Wamendag Dyah: Harga Bawang Putih di Atas HET
Zulhas menyampaikan, pasokan bapok mencukupi selama Ramadan. Selain itu, harga bapok juga mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan (HA). Namun kata dia, harga cabai mengalami kenaikan, karena dipicu faktor cuaca.
"Tadi kita lihat harganya stabil. Hal ini jadi kabar gembira dan membuat kita tenang, bapoknya banyak. Sejumlah bapok, seperti daging ayam, minyak goreng, beras, dan telur ayam mengikuti HET. Harga cabai memang naik karena cuaca yang sering hujan mengakibatkan panen gagal," jelas Menko Zulhas.
Zulhas menambahkan, stok beras melimpah karena ada panen raya pada Januari-April 2025 dengan surplus mencapai 2,5 juta ton. Produksi beras pada periode tersebut merupakan yang tertinggi selama tujuh tahun terakhir 2017-2024.
Sementara itu, untuk stok minyak goreng, Menko Zulhas menyampaikan, ia telah bertemu dengan para pelaku usaha di bidang minyak goreng. Dari pertemuan tersebut, para pelaku usaha akan menyuplai minyak goreng dua kali lipat lebih banyak selama Ramadan.
"Para pelaku usaha akan menyuplai selama Ramadan ini dua kali lipat. Jadi, tidak perlu khawatir karena suplainya akan dua kali lebih banyak. Saya juga sudah bertemu dengan pengusaha unggas, ayam ras, dan petelur. Stok aman," tutur Menko Zulhas.
Kementerian Perdagangan terus memantau serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini penting dilakukan agar bapok selalu terjangkau masyarakat.
"Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan distribusi serta mengatasi potensi kekurangan pasokan. Hal ini dilakukan agar harga bapok tetap stabil dan terjangkau masyarakat," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan). (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Update Harga Pangan Nasional 2 Januari: Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas', Telur Ayam Ras Ikut Naik
Pantau Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Senen dan Johar Baru, Wamendag: Stok Aman Jelang Tahun Baru 2026
Harga Bahan Pokok Naik Jelang Nataru, Satgas Pangan Polda Banten Perketat Pengawasan
Jelang Nataru, Pemerintah Siap Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Tekan Harga Bahan Pokok, Pemerintah Perpanjang Rute Tol Laut Dari Jakarta ke Natuna
Harga Pangan Nasional Kompak Turun pada 24 November, Cabai dan Daging Sapi Paling Signifikan
Harga Mayoritas Kebutuhan Pokok Kompak Turun pada Minggu (10/8), Bikin Emak-Emak Auto Tersenyum Lebar
Jakarta Alami Deflasi, Si Bawang Merah Jadi Biang Kerok Utama
Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Pusat Penyediaan Barang Strategis dan Pusat Distribusi Bantuan