Pandangan Islam Terhadap Perilaku Mubazir, Hindari Pemborosan Pangan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Maret 2025
Pandangan Islam Terhadap Perilaku  Mubazir, Hindari Pemborosan Pangan

Ilustrasi - Buka puasa bersama di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/3). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Islam menuntun umatnya untuk selalu terukur, dalam melakukan aktivitas apapun mulai dari berpikir dan bertindak. Termasuk ketika berbuka puasa untuk tidak mubazir.

Mubazir sendiri termasuk dalam perbuatan fasad. Fasad merupakan perilaku jelek yang bisa menimbulkan kerusakan. Makanya karena sikap ini perilaku yang jelek perlu diingatkkam untuk tidak melakukannya melalui ceramah.

Berikut ini merupakan salah satu contoh dari ceramah yang menyinggung soal "Hindari Menzolimi Diri Berperilaku Mubazir, Mari Mulai Dari Diri Sendiri".

Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,

Innal Hamda Lillaahi Nadmaduhu Wa Nasta Iinuhu Wa Nastaghfiruh. Wa Udzu Billahii Min Syuruuri Anfusinaa Wamin Sayyiaati Amaalini. Man Yahdihillaahu Falaa Mudhilla Lahu Waman Yudhlil Falaaa haadiyalah. Asyhadu An Laa Ilaaha Illaallaahu Wahdahu Laa Syariikalah, Wa’asyhadu Anna Muhammad Abduhu Wa Rasuuluh.

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita.

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tak seorang yang mampu memberi petunjuk.

Aku bersaksi tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata-mata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku juga bersaksi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Amma ba’d

Mencintai diri sendiri bisa dimulai dari diri sendiri. Salah satu isu yang kerap dianggap sepele padahal menzolimi diri sendiri adalah sikap mubazir. Banyak orang yang tidak sadar bertindak, berperilaku berlebihan menyebabkan kerugian. Baik itu kerugian jangka panjang atau jangka pendek.

Baca juga:

Panduan Jam Minum Obat Pasien Penyakit Kronis Saat Puasa dari Kemenkes

Seseorang berperilaku mubazir, misalnya saat berbuka maka selalu terkait dengan makanan. Maka dampaknya makanan yang terbuang menjadi food waste atau pemborosan pangan.

Tercatat 30 persen dari rantai pasok global terbuang dengan 1,3 miliar ton jumlah makanan yang terbuang setiap tahunnya. Islam sebagai agama yang bersifat fleksibel tentunya sangat memperhatikan hal-hal substansial bagi umat manusia.

Termasuk aturan menjaga pola konsumsi terhadap makanan dengan tidak melakukan pemborosan pangan. Menjadi sangat penting bagi manusia untuk membeli makanan secukupnya, tidak membuang-buang makanan, hingga mengurangi limbah makanan.

Dalam menjaga pola konsumsi yang proporsional, secara tidak langsung kita turut menjaga lingkungan tempat kita berada. Dengan terkontrolnya makanan maka limbah makanan yang dihasilkan pun semakin minim.

Islam melalui Al-Qur’an menjelaskan dalam surat Al-A’raf ayat 31:8. Berbunyi:

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.

Selain menghindari mubazir dapat mengontrol hasil produksi limbah. Tindakan tidak mubazir juga membantu menjaga pola tubuh yang sehat.

Disebut oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-Adzim, Juz III, halaman 407 mengutip riwayat dari Imam Ahmad, menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW, sangat menganjurkan agar tidak berlebihan dalam makan, minum, serta pakaian. Ini membuktikan Nabi Muhammad saw sangat memperhatikan kesehatan umatnya dengan menjaga pola konsumsi.

Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada wadah yang penuh dan lebih buruk dari perut manusia. Cukuplah untuk memakan makanan yang dapat memberikan energi bagi tubuh, jika manusia melakukannya maka tidaklah mengapa. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk udara”. (Hadis Riwayat Ahmad).

Tentu sebagai umat muslim hal yang menjadi teladan adalah kata dan perilaku Rasul. Jika Rasul saja sudah mengeluarkan imbauan ini, tentu tidak ada alasan kita untuk menolaknya apalagi tidak melakukannya.

Nabi Muhammad SAW melalui hadis di atas merupakan salah satu bentuk kecintaannya pada umatnya. Ia tidak ingin umatnya sengsara karena perilaku yang disebab hawa nafsu semata.

Jika tubuh yang sehat tentu menjalan ibadah pun jadi makin maksimal. Sehingga sekali lagi hindari perilaku mubazir terlebih soal berbuka puasa.

Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, Juz III, halaman 505 menjelaskan “Islam sangat memperhatikan kesehatan fisik. Oleh karenanya, Islam mewajibkan untuk memakan asupan standar atau pokok baik makanan maupun minuman untuk menjaga kehidupan, menolak kerusakan fisik, melakukan kewajiban-kewajiban agama seperti shalat, puasa dan yang lainnya”. (Tka)

#Puasa #Ramadan #Tausiah #Tausyiah
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Ramadan di Depan Mata, PU Percepat Pemulihan Air Bersih Masjid di Sumatera
Pemenuhan layanan air bersih sangat krusial karena kurang dari satu bulan umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Ramadan di Depan Mata, PU Percepat Pemulihan Air Bersih Masjid di Sumatera
DPRD DKI Gelar Rapat Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026
Komisi C DPRD DKI Jakarta akan menggelar rapat dengan instansi dan BUMD pangan untuk memastikan stok dan harga bahan pokok jelang Ramadan 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
DPRD DKI Gelar Rapat Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026
Bansos Rp 600 Ribu Daerah Bencana Sumatera Cair Februari, Pas Bulan Ramadan
Penyaluran bansos melalui perbankan milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Bansos Rp 600 Ribu Daerah Bencana Sumatera Cair Februari, Pas Bulan Ramadan
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
Menekankan pentingnya pengaturan pola distribusi makanan agar keamanan pangan dan kandungan gizi tetap terjamin.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
Bonus bagi mitra nantinya diberikan secara proporsional sesuai kinerja dalam bentuk uang tunai dengan perhitungan sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Beredar informasi yang menyebut elemen mahasiswa menolak kebijakan program MBG saat bulan Ramadan, Cek Faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
Niat puasa Ayyamul Bidh bulan Rajab 1447 H lengkap dengan jadwal Januari 2026 serta keutamaan puasa sunnah yang bernilai pahala besar.
ImanK - Minggu, 04 Januari 2026
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Mereka yang membatasi makan kurang dari delapan jam sehari memiliki risiko 135 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Puasa Tasua dan Asyura 2025: Jadwal, Keutamaan, dan Niat Lengkap
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025: Puasa Tasua (9 Muharram): Sabtu, 5 Juli 2025 Puasa Asyura (10 Muharram): Minggu, 6 Juli 2025
ImanK - Kamis, 03 Juli 2025
Puasa Tasua dan Asyura 2025: Jadwal, Keutamaan, dan Niat Lengkap
Mengenal Puasa Hari-Hari Putih Menurut Kalender Hijriah
Berpuasa Yaumul Bidh juga meningkatkan rasa syukur dan kepedulian terhadap orang miskin dan tidak punya apapun.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Juni 2025
Mengenal Puasa Hari-Hari Putih Menurut Kalender Hijriah
Bagikan