Ketupat Kandangan Khas Kalimatan Selatan nan Menggugah Selera, Cocok untuk Sajian Idul Fitri

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Ketupat Kandangan Khas Kalimatan Selatan nan Menggugah Selera, Cocok untuk Sajian Idul Fitri

menu Ketupat Kandangan Khas Tanah Banjar, Kalimantan Selatan.(foto: indonesia.travel)

MERAHPUTIH.COM - KETUPAT alias kupat selalu hadir sebagai sajian utama di hai besar seperti Idul Fitri, Ramadan, juga saat upacara adat. Di Kalimatan Selatan, kuliner kupat juga digemari, yakni Ketupat Kandangan. Makanan lokal ini jadi sajian favorit di hati masyarakat yang tinggal di di Tanah Banjar sejak abad ke-18. Saking jadi primadonanya, hidangan ini hadir di meja makan pada hari biasa tanpa harus menunggu momentum perayaan besar.

Nama ketupat kandangan terinspirasi dari asal mula makanan ini muncul. Kata 'kandangan' mengacu kepada salah satu daerah yang ada di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Bahan-bahan pokok yang digunakan membuat ketupat kandangan yakni beras dan daun kelapa sebagi pembungkusnya. Tak cuma itu, menu ini diperlezat dengan lauk pendamping dari ikan yang berlimpah di Sungai Selatan yakni ikan gabus.


Lazimnya, masyarakat lokal membuat ketupat dengan menggunakan jenis beras khas asal Kalimatan Selatan yang dikenal dengan nama siam unus. Kabarnya, jenis beras ini punya karakteristik beras yang unik. Teksturnya lebih pera ketimbang pulen. Hal itu dipengaruhi lokasi penanamnya di lahan gambut atau rawa Kalimantan Selatan. Tak Cuma itu, beras ini juga tak rutin dipanen karena siklus panennya hanya berlangsung sekali dalam setahun.

Walaupun tekstur berasnya pera, menurut masyarakat lokal, hal inilah yang membuat ketupatnya menjadi unik. Ketika masih dalam bungkusnya, sajian ini memang berbentuk ketupat, tapi ketika hendak disantap bentuknya akan terburai berbutir-butir. Aromanya kian autentik berkat pembungkusnya yang dari daun kelapa yang direbus berjam-jam.

Sementara itu, ikan gabus yang digunakan sebagai lauk pendamping ini melengkapi kelezatan ketupat kandangan yang tiada terkira. Menurut kebiasaan masyarakat Tanah Banjar, mereka mengolah ikan gabus dengan cara yang sangat sederhana tanpa bumbu yang legit. Ikan gabus yang dikumpulkan disisihkan dari duri dan kepalanya, menyisakan bagian daging sepenuhnya. Proses memasak dilanjutkan dengan menusuk daging ikan gabus yang memanjang dengan tusuk sate. Daging ikan gabus diasap sampai kandungan air dalam daging menyusut dan warna dagingnya agak sedikit kecoklatan.

Jika daging Ikan Gabus asapnya sudah matang, akan muncul aroma smoky yang menggugah selera. Tak cuma itu, rasa daging ikan gabus yang manis akan makin legit ketika digigit. Selain daging ikan gabus, masyarakat Tanah Banjar juga punya alternatif lauk dari sumber telur ikan yang direbus atau ikan patin. Daging ikan gabus yang diasapi ini kemudian disebut Haruan.

Adapun penyajian akhir hidangan ketupat kandangan yakni bagian kuahnya. Kuah ketupat kandangan berupa kuah santan kental berwarna kuning keemasan yang gurih, kaya rempah, yang dicampur ikan haruan (gabus). Aromanya makin menggugah selera karena ditambahkan juga kapulaga, cengkih, dan kayu manis.(tka)

#Iqra #Kuliner #Ketupat Lebaran
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Sejak pertama kali diperkenalkan di Bali, BINTANG Arak Jeruk & Madu telah menarik perhatian konsumen.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
 BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
8 Jajanan Viral untuk Dicoba di Jakarta Fair Kemayoran 2026, dari Dubai Lava Cookies hingga Long Hotdakk
Jakarta Fair Kemayoran 2026 tak hanya menawarkan promo belanja, tetapi juga sederet kuliner viral yang ramai diburu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
8 Jajanan Viral untuk Dicoba di Jakarta Fair Kemayoran 2026, dari Dubai Lava Cookies hingga Long Hotdakk
Mulai 1 Juli, Rombongan Umrah Melalui Bandara Soetta Harus Lewat Terminal 2F
Bandara Soetta mulai 1 Juli 2026 memusatkan keberangkatan jamaah umrah melalui Terminal 2F dengan fasilitas khusus, termasuk ruang tunggu 3.000 orang dan masjid 1.000 jamaah.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Mulai 1 Juli, Rombongan Umrah Melalui Bandara Soetta Harus Lewat Terminal 2F
Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Sendiri, 7 Lantai Bentuknya Mirip Zamzam Tower
Warga Bogor bakal memiliki embarkasi haji sendiri tidak lagi bergabung di Pondok Gede Jakarta. Embarkasi yang dibangun di kawasan Stadion Pakansari itu rencana memiliki tujuh lantai dengan konsep mirip Zamzam Tower.
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Sendiri, 7 Lantai Bentuknya Mirip Zamzam Tower
Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Tahun ini, Rumah Indofood hadir di Jakarta Fair dengan tema Semua Ada di Rumah Indofood.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
  Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Pemulangan Jemaah Haji 2026 Berlanjut, 79 Ribu Orang Sudah Tinggalkan Arab Saudi
Pemulangan jemaah Haji 2026 kini masih berlanjut. Sebanyak 79 ribu orang sudah meninggalkan Arab Saudi.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Pemulangan Jemaah Haji 2026 Berlanjut, 79 Ribu Orang Sudah Tinggalkan Arab Saudi
Evaluasi Haji 2026, Pakar: Negara Harus Jadi Pembela Jamaah, Bukan Vendor
Pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menilai penyelenggaraan Haji 2026 masih menyisakan masalah layanan dasar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Evaluasi Haji 2026, Pakar: Negara Harus Jadi Pembela Jamaah, Bukan Vendor
Bagikan