MerahPutih.com- Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan pada Selasa (18/2).
Sidang hari ini untuk menentukan awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah.
Dikutip dari Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) dan akun Instagram resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag, Selasa (17/2), sidang isbat akan digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Sidang juga disiarkan langsung di kanal YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag.
Agenda dimulai pukul 16.30 WIB dengan terlebih dahulu mendengarkan seminar posisi hilal. Kemudian, pada pukul 18.30 WIB barulah dilakukan pelaksanaan sidang isbat.
Baca juga:
Pas Ramadan, Maher Zain Curhat Pergulatan Iman di Lirik Lagu “Take My Hand”
Pemerintah kemudian akan mengumumkan hasil sidang isbat melalui konferensi pers. Hasil sidang isbat diumumkan pukul 19.05 WIB.
Sidang tersebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri berbagai pihak, seperti perwakilan ormas Islam, duta besar negara sahabat, DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, serta para ahli falak.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya sidang isbat dalam penentuan awal Ramadan.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatulhilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujarnya.
Sebelum sidang isbat, Kemenag akan melakukan rukyatulhilal di berbagai lokasi di Indonesia. Pemantauan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan kabupaten/kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama serta organisasi masyarakat Islam.
Dalam keterangan terpisah, Abu Rokhmad menjelaskan pelaksanaan sidang isbat memiliki tiga tahapan utama, yaitu pemaparan data posisi hilal berdasarkan hisab astronomi, verifikasi laporan hasil rukyatulhilal dari puluhan lokasi pemantauan, serta musyawarah dan pengambilan keputusan.
“Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.
Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat menyatakan Kemenag juga mempertimbangkan lokasi potensial untuk observasi hilal.
“Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal,” kata Arsad.
Selain itu, Kemenag tengah menyiapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan sidang isbat.
Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026.
Namun, saat matahari terbenam, posisi hilal dilaporkan masih berada di bawah ufuk.
Secara teori, kriteria visibilitas hilal belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku. Meski begitu, rukyatulhilal tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur resmi sebelum keputusan ditetapkan.