Berbuka Puasa Makan Gorengan, Awas Gangguan Pencernaan sampai Kegemukan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 26 Februari 2026
Berbuka Puasa Makan Gorengan, Awas Gangguan Pencernaan sampai Kegemukan

Apakah gorengan berbahaya untuk menu berbuka puasa. (Foto: unsplash/gita)

MERAHPUTIH.COM - GORENGAN tak dimungkiri telah jadi menu favorit saat berbuka puasa. Mulai dari bakwan, tahu isi, risoles, hingga pisang goreng, sajian ini mudah ditemukan dan menggugah selera setelah seharian menahan lapar.

Seperti dilansir Alodokter, di balik kelezatannya, berbuka puasa dengan gorengan secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

1. Memicu Gangguan Pencernaan

Setelah berpuasa seharian, lambung berada dalam kondisi kosong. Mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti gorengan dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras secara tiba-tiba. Akibatnya, perut bisa terasa kembung, mual, bahkan menimbulkan nyeri ulu hati.

Kandungan minyak yang tinggi juga memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa tidak nyaman bisa bertahan lebih lama.



2. Meningkatkan Asam Lambung



Gorengan mengandung lemak jenuh yang dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Kondisi ini berisiko menyebabkan heartburn atau sensasi terbakar di dada, terutama bagi penderita maag atau GERD. Alih-alih merasa segar setelah berbuka, tubuh justru terasa tidak nyaman.

Baca juga:

Segar dan Praktis, Aneka Resep Menu Berbuka Puasa Berbahan Kelapa


3. Lonjakan Kalori dan Risiko Berat Badan Naik



Sebagian besar gorengan digoreng dengan metode deep frying yang membuat makanan menyerap banyak minyak. Kalori dalam satu potong gorengan bisa cukup tinggi, terlebih jika dikonsumsi lebih dari satu atau dua potong setiap hari selama Ramadan.

Jika kebiasaan ini terus berlanjut tanpa diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik, risiko kenaikan berat badan pun meningkat.



4. Risiko Kolesterol dan Penyakit Jantung



Penggunaan minyak berulang kali, yang sering terjadi pada pedagang kaki lima, dapat menghasilkan lemak trans. Jenis lemak ini diketahui berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.



5. Gula Darah tidak Stabil



Meski gorengan tidak selalu terasa manis, kombinasi tepung dan minyak dapat memengaruhi kadar gula darah. Jika berbuka hanya dengan gorengan tanpa asupan serat dan protein yang cukup, kadar gula darah bisa naik turun dengan cepat, membuat tubuh mudah lemas setelahnya.

Namun, bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya. Namun, konsumsilah dalam jumlah terbatas.(far)

Baca juga:

Jangan Sering Makan Gorengan, Ini 5 Makanan Penyebab Batu Empedu

#Kesehatan # Berbuka Puasa #Ramadan #Iqra
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan