MerahPutih.com - Salat Tarawih Ramadan di Aceh mendatangkan secara khusus tiga ulama asal Timur Tengah dari Mesir dan Yordania.
Tiga ulama ini dijadwalkan menjadi imam Shalat Tarawih di Masjid Oman Al Makmur Lampriet Banda Aceh selama 24 malam.
"Masjid Oman Al-Makmur kembali menghadirkan suasana ibadah yang lebih khusyuk dengan mendatangkan para imam pilihan langsung dari Timur Tengah," kata Sekretaris Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Oman Ustadz Rama Satria di Banda Aceh, Jumat.
Adapun tiga ulama Timur Tengah yang memiliki rekam jejak kuat dalam dunia tilawah Al Quran tersebut yakni Syekh Abdelrahman Monis (Mesir), Syekh Hasan Ahmad Shaker (Yordania), dan Syekh Ahmad Sya’ban (Mesir).
Baca juga:
DPR RI Tekan Pemerintah Stabilkan Ekonomi Nasional Selama Ramadan dan Jelang Idul Fitri
Program istimewa itu untuk memberikan pengalaman rohani mendalam bagi jamaah, baik dalam pelaksanaan Shalat Tarawih maupun Qiyamullail.
"Kehadiran para syekh tersebut diharapkan semakin menambah kekhusyukan melalui lantunan ayat suci Al Quran yang merdu, tartil, dan sesuai dengan kaidah tajwid," ujarnya dikutip Antara.
Syekh Abdelrahman Monis akan menjadi imam pertama dan dijadwalkan mengimami tarawih sebanyak empat malam dalam rentang puasa keempat hingga sembilan Ramadan.
Ulama ini bukan sosok asing bagi jamaah Masjid Oman, karena dalam dua tahun terakhir telah beberapa kali mengimami tarawih di masjid Kota Banda Aceh.
Saat ini, ia berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi imam tetap di salah satu masjid di sana. Selain itu juga telah membuka cabang lembaga Tahsin Al-Laithy Academy di Banda Aceh.
Kemudian Syekh Hasan Ahmad Shaker dari Yordania akan mengimami tarawih pada malam ke 10 hingga 12 Ramadan. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Masjid Oman, maka tentunya menjadi momen istimewa bagi jamaah.
Selanjutnya Syekh Ahmad Sya’ban dari Mesir, dikenal sebagai salah satu ulama ahli qiraat di Mesir. Selain mengimami Tarawih, Sykch Ahmad juga bakal memimpin Shalat Qiyamullail pada 10 malam terakhir Ramadan.
Persiapan menghadirkan ulama Timur Tengah ini telah dilakukan sejak tiga bulan sebelum Ramadan. Prosesnya dimulai dari komunikasi intensif, penyimakan bacaan para syekh yang diusulkan, hingga musyawarah penetapan tiga imam yang bersedia dan sesuai jadwal.

