MerahPutih.com - Musim mudik Lebaran segera tiba. Banyak orang mulai mempersiapkan perjalanan pulang ke kampung halaman agar perjalanan berjalan lancar dan nyaman.
Namun di tengah berbagai persiapan tersebut, kondisi kesehatan tubuh sering kali kurang diperhatikan. Padahal, menjaga stamina sangat penting agar perjalanan mudik tetap aman.
Salah satu risiko yang kerap dialami pemudik, khususnya pengemudi, adalah microsleep atau tidur singkat tanpa disadari saat berkendara.
Kondisi ini berbahaya karena dapat terjadi secara tiba-tiba ketika tubuh tidak dalam kondisi fit akibat kelelahan, kurang tidur, atau aktivitas yang terlalu padat sebelum perjalanan.
Banyak pemudik lebih fokus bekerja keras untuk menyiapkan kebutuhan finansial saat pulang kampung, namun lupa menjaga kondisi tubuh dengan olahraga rutin, pola makan sehat, dan waktu tidur yang cukup.
Jika kebutuhan tubuh ini diabaikan, dampaknya bisa terasa saat perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Apa Itu Microsleep?
Microsleep merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, mulai dari sepersekian detik hingga sekitar 30 detik.
Meski berlangsung singkat, kondisi ini sangat berbahaya terutama saat seseorang sedang mengemudi.
Saat microsleep terjadi, otak tidak mampu merespons lingkungan dengan baik. Sistem yang mengatur perhatian dan pendengaran bisa berhenti bekerja sementara, sehingga seseorang tidak menyadari situasi di sekitarnya.
Akibatnya, pengemudi bisa kehilangan kendali kendaraan karena tidak merespons kondisi jalan.
Biasanya setelah microsleep terjadi, tubuh akan bereaksi secara spontan seperti tersentak atau gerakan tiba-tiba yang membuat seseorang kembali terbangun.
Baca juga:
Tubuh Tetap Fit dan Tak Gampang Mengantuk selama Berpuasa
Sering Mengantuk? Jangan-Jangan Kamu Alami Hypersomnolence Disorder
Penyebab Microsleep
Microsleep dapat dipicu oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi tubuh yang tidak optimal. Beberapa penyebab umum antara lain:
- Gangguan tidur
- Bekerja dengan sistem shift malam
- Kurang tidur atau memiliki “utang tidur”
- Efek obat-obatan tertentu
Kondisi tersebut dapat membuat tubuh kelelahan dan meningkatkan risiko tertidur sejenak tanpa disadari.
Tanda-Tanda Microsleep
Microsleep sebenarnya bisa dikenali melalui beberapa gejala awal, seperti:
- Sering menguap
- Mata terasa berat dan sulit dibuka
- Berkedip lebih lambat atau terlalu sering
- Tidak mengingat kejadian beberapa menit sebelumnya
- Sulit memahami informasi dari orang lain
- Kepala tiba-tiba tertunduk karena mengantuk
- Tersentak bangun dengan gerakan tubuh mendadak
Jika gejala tersebut muncul saat berkendara, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat.
Baca juga:
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Cara Mencegah Microsleep Saat Perjalanan
Agar perjalanan mudik tetap aman, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari microsleep:
1. Segera berhenti jika mengantuk
Jika mulai merasakan gejala microsleep saat berkendara, segera menepi di tempat yang aman untuk beristirahat.
2. Tidur sejenak
Istirahat singkat dengan memejamkan mata selama beberapa menit dapat membantu memulihkan kondisi tubuh.
3. Konsumsi minuman berkafein
Minuman seperti kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan setelah beristirahat.
4. Lakukan peregangan
Stretching atau peregangan ringan dapat membantu tubuh kembali segar.
5. Cukupi waktu tidur sebelum perjalanan
Waktu tidur yang disarankan sebelum perjalanan jauh adalah sekitar 6–8 jam.
6. Hindari makanan tinggi karbohidrat
Makanan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan hormon serotonin dan melatonin yang memicu rasa kantuk.
7. Ajak teman berbicara
Perjalanan yang terlalu monoton dapat memicu rasa kantuk. Mengobrol dengan teman selama perjalanan dapat membantu menjaga kewaspadaan. (Tka)