MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta jamaah calon haji Indonesia untuk tidak memaksakan diri melaksanakan Salat Arbain di Masjid Nabawi, Madinah, jika kondisi tidak memungkinkan.
Salat Arbain di Masjid Nabawi sendiri merupakan ritual melaksanakan salat fardhu sebanyak 40 waktu yang ditunaikan secara berjamaah di masjid suci ketika tengah menjalani ibadah haji.
Namun, Menag Nasaruddin menegaskan amalan Salat Arbain di Masjid Nabawi itu bukan termasuk rukun ataupun wajib haji sehingga tidak masalah jika tidak dikerjakan.
"Arbain itu sunnah, yang wajib itu haji di Arafah," kata Menteri Nasaruddin, saat melepas keberangkatan jamaah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5) malam.
Baca juga:
Lebih jauh, Menag lebih menekankan para jamaah harus bisa menghemat energi dan menjaga kondisi kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar.
Menurut dia, memaksakan diri Salat Arbain berpotensi membuat kondisi kesehatan jamaah drop. Akibatnya, lanjut dia, nantinya jemaah malah tidak bisa mengikuti prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Jadi jangan mengejar yang sunnah tapi menelantarkan yang wajib. Pembimbing haji minta jamaahnya untuk tidak memaksakan. Allah Maha Tahu kalau kita tidak bisa menyempurnakan Arbain," tandas Imam Besar Masjid Istiqlal itu, dikutip Antara.
Tahun ini, Indonesia mendapat kuota 221.000 haji. Jamaah Indonesia akan berangkat ke tanah suci dalam dua gelombang. Pemberangkatan gelombang pertama mulai hari ini Jumat 2 Mei hingga 16 Mei. (*)