MerahPutih.com - Kepulangan jemaah haji Indonesia memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah, Arab Saudi menuju Tanah Air.
Hingga Selasa (16/6), sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 101.391 jemaah dan 1.042 petugas.
“Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang,” jelas Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/6).
Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang.
Maria menjelaskan bahwa dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini.
Baca juga:
Pemulangan Jemaah Haji 2026 Berlanjut, 79 Ribu Orang Sudah Tinggalkan Arab Saudi
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia,” ujar Maria.
Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah di tanah air sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.
Di tengah proses kepulangan, Kemenhaj juga mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Khususnya kepada jemaah lanjut usia, jemaah berkebutuhan khusus, dan mereka yang memerlukan pendampingan selama perjalanan pulang.
Menurut Maria, nilai-nilai persaudaraan yang terbangun selama menjalankan ibadah haji merupakan bagian penting dari warisan spiritual yang perlu terus dijaga hingga kembali ke tanah air.
Ia menambahkan, kemabruran haji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (Knu)