MerahPutih.com - Menjelang azan magrib, suasana Ramadan terasa berbeda. Ada harap, ada syukur, dan ada doa yang melangit bersama waktu berbuka.
Dalam Islam, detik-detik sebelum dan saat berbuka puasa termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Salah satu doa yang paling sering dibaca adalah doa buka puasa dzahaba.
Lantas seperti apa bacaan doa buka puasa dzahaba, lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, keutamaan, serta tata cara berbuka sesuai sunnah.
Doa Buka Puasa Dzahaba
Bacaan Doa Buka Puasa Dzahaba
Baca juga:
Ramadan 2026 di Jakarta: Daftar Masjid dengan Iftar Gratis dan Agenda Spesial
Doa ini dikenal dengan lafaz “dzahaba” karena diawali dengan kalimat tersebut. Berikut bacaannya:
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru Insya Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, Insya Allah.”
Doa ini diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW dan dibaca setelah berbuka puasa. Maknanya begitu dalam: bukan hanya ungkapan syukur atas hilangnya dahaga, tetapi juga harapan agar pahala puasa diterima Allah SWT.
Keutamaan Membaca Doa Saat Berbuka
Waktu berbuka bukan sekadar momen makan dan minum. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang terzalimi.”
Baca juga:
Ramadan 2026 Dimulai 19 Februari, Simak 30 Ucapan dan Desain Kartu AI
Hadis ini menegaskan bahwa doa saat berbuka memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Karena itu, selain membaca doa buka puasa dzahaba, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pribadi, memohon ampunan, kesehatan, rezeki halal, dan keberkahan hidup.
Zikir Petang Menjelang Buka Puasa
Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk banyak berzikir di waktu pagi dan petang, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Ahzab ayat 41–42.
Artinya, zikir petang yang dibaca menjelang magrib sejalan dengan anjuran Al-Qur’an. Beberapa bacaan zikir petang yang bisa diamalkan sebelum doa buka puasa dzahaba antara lain:

Poster Ramadan Versi AI. Foto doc. MerahPutih
1. Membaca Ayat Kursi
(QS Surah Al-Baqarah: 255)
Ayat Kursi memiliki keutamaan besar sebagai perlindungan dari gangguan dan penjagaan hingga malam hari.
2. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (masing-masing 3 kali)
- Surah Al-Ikhlas
- Surah Al-Falaq
- Surah An-Naas
Ketiga surah ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat, yaitu surah perlindungan dari berbagai keburukan.
Baca juga:
Ramadan 2026 Dimulai 19 Februari, Simak 30 Ucapan dan Desain Kartu AI
3. Zikir Petang
Salah satu bacaan yang dianjurkan:
Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah...
Zikir ini berisi pengakuan atas keesaan Allah, permohonan kebaikan malam hari, serta perlindungan dari keburukan dunia dan akhirat.
Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW membuat ibadah puasa semakin sempurna. Berikut tata cara berbuka yang dianjurkan:
1. Segera Berbuka Saat Magrib
Berbuka dilakukan setelah yakin waktu magrib tiba dan tidak menunda-nundanya.
2. Membaca Basmalah
Sebelum makan atau minum, ucapkan “Bismillah”. Jika lupa, bacalah ketika ingat.
3. Berbuka dengan Kurma atau Air
Disunnahkan berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil (3 atau 5). Jika tidak ada, bisa dengan air, termasuk air zamzam. Bila tidak tersedia, makanan manis juga diperbolehkan.
4. Membaca Doa Buka Puasa Dzahaba
Setelah meneguk air atau memakan kurma, bacalah doa:
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru Insya Allah.
5. Tidak Berlebihan
Islam melarang sikap berlebihan. Berbukalah secukupnya agar ibadah tetap khusyuk dan terhindar dari mubazir.
6. Doa Setelah Makan
Setelah selesai, dianjurkan membaca doa syukur:
Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiihi...
Baca juga:
Poster Ramadan 2026: 50 Prompt AI Plus Ucapan, Cocok untuk Media Sosial
Makna Mendalam Doa Dzahaba di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan. Doa buka puasa dzahaba bukan sekadar rutinitas, tetapi simbol ketundukan dan rasa syukur.
Kalimat “wa tsabatal ajru insya Allah” mengandung harapan agar seluruh lelah, lapar, dan dahaga diganjar pahala yang kekal. Di sinilah letak keindahan Ramadan: menahan diri sepanjang hari, lalu menutupnya dengan syukur dan doa.