Merahputih.com - Distribusi konsumsi jemaah calon haji Indonesia di Madinah 2026 kini menerapkan teknologi sistem digital dan faturoh berbasis web untuk menjamin akurasi serta ketertiban penyaluran makanan secara real-time.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperkuat pengawasan logistik dengan mengintegrasikan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Haji dan Umrah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap jemaah menerima hak katering tanpa kendala administrasi di lapangan.
Baca juga:
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi 2026, Indri Hapsari, menegaskan bahwa inovasi ini mempermudah petugas dalam memantau pergerakan makanan dari dapur hingga ke tangan jemaah.
“Dengan memanfaatkan bantuan dari Pusdatin, pengawasan distribusi konsumsi bisa dilakukan secara real-time. Ini membantu memastikan setiap jemaah mendapatkan haknya sesuai ketentuan,” tegas Indri pada Kamis (23/04/2026).
Sistem Scan Barcode Cegah Distribusi Ganda
Teknis penyaluran makanan di hotel-hotel Madinah kini mewajibkan ketua rombongan (karom) atau ketua regu (karu) melakukan pemindaian (scan) pada setiap pengambilan jatah konsumsi.
Prosedur ini secara otomatis mencatat data penerima ke dalam sistem pusat, sehingga meminimalkan risiko kesalahan input manual atau distribusi ganda. Setiap pergerakan logistik terekam secara transparan dalam basis data digital.
“Pengambilan konsumsi dilakukan oleh ketua rombongan atau ketua regu dengan menggunakan sistem scan. Jadi semua tercatat dan bisa dipantau,” tambahnya.
Standar Kualitas Dapur Tetap Terjaga
Selain fokus pada digitalisasi birokrasi, PPIH tetap mengedepankan kualitas cita rasa dan kebersihan makanan. Dapur katering rekanan wajib memenuhi standar ketat sebelum mengirimkan makanan secara terjadwal ke hotel-hotel jemaah
Baca juga:
5.997 Jemaah Calon Haji Indonesia Kloter Pertama Tiba di Madinah, Sebagian Besar Lanjut Usia
Penerapan teknologi faturoh digital ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan transparansi layanan. Dukungan teknologi terintegrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja petugas sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah selama menjalani ibadah di Tanah Suci.