MERAHPUTIH.COM - WAKIL Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut sekitar 50 orang ditangkap akibat terbang ke Tanah Suci tanpa visa haji. Hal itu diungkapkan saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Asrama Haji Donohudan, Embarkasi Solo, Sabtu (2/5).
“Pemerintah kini memperketat patroli di berbagai bandara untuk mencegah keberangkatan haji nonprosedural. Kerja sama dilakukan lintas instansi mulai dari kementerian terkait, imigrasi, hingga kepolisian guna menjaring mereka yang hendak terbang ke Arab Saudi tanpa visa haji,” ujar Dahnil.
Dia mengatakan, jika calon haji yang tak punya visa diamankan di Arab Saudi, hukumannya dipastikan sangat berat. Sementara itu, saat diamankan sebelum terbang, totalnya saat ini hampir 50 orang yang tertangkap di Bandara Soetta dan Medan. “Saat ini hampir 50 orang yang tertangkap di Bandara Soetta dan Medan,” kata dia.
Wamenhaj mengungkap temuan pelanggaran oleh dua kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) asal Probolinggo dan Bekasi. Keduanya kedapatan memberangkatkan jemaah untuk melakukan city tour secara mandiri tanpa koordinasi resmi. “Kami sudah memperingatkan KBIHU-nya. Jika sekali lagi melakukan hal serupa tanpa koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, kami akan cabut izinnya. Saya ingatkan semua KBIHU jangan melakukan kegiatan yang menguras waktu dan fisik jemaah, apalagi disertai pungutan tidak rasional,” tegas Dahnil.
Baca juga:
Terkait dengan kendala penerbangan, Wamenhaj menyatakan Menteri Agama telah memerintahkan pemberian peringatan hingga penalti kepada maskapai yang mengalami keterlambatan (delay). Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu konsentrasi dan pelayanan bagi jemaah.
Dahnil mendesak maskapai memberikan kompensasi nyata jika terjadi kendala teknis. “Kalau delay, harus disertai pelayanan kompensasi, misalnya hotel dan sebagainya. Kami akan pantau terus,” ucap dia.
Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi, pihak Garuda Indonesia dan Saudia Airlines dilaporkan telah menyiapkan pesawat cadangan guna memastikan tidak ada keterlambatan berkepanjangan menjelang puncak pemberangkatan.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
360 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Makkah, Awali Kedatangan dari Indonesia

