Tingkat Keterisian Pesawat 98,6 Persen, Tujuan Medan Paling Favorit
Bandara. (Foto: Kemenhub)
MerahPutih.com - Pesawat menjadi moda transportasi pilihan bagi para pemudik Lebaran 2025 karena cepatnya Waktu tempuh dibandingkan moda transportasi lain.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan terjadi lonjakan signifikan pada jumlah penumpang angkutan udara domestik, yang tercatat meningkat hingga 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjelang Lebaran 2025.
Data tersebut diperoleh berdasarkan laporan harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 pada H-7, yang menunjukkan 200.401 penumpang tercatat terbang pada 24 Maret 2025.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo mengatakan, kebijakan penurunan harga tiket pesawat domestik yang diterapkan selama 15 hari dari 24 Maret hingga 7 April 2025, terbukti memberikan dampak positif pada jumlah penumpang.
Baca juga:
Dalam 5 Hari 361 Ribu Kendaraan Melintasi Ruas Tol Cipali, Puncak Arus Mudik Belum Terjadi
“Harga tiket pesawat ekonomi domestik yang turun 13-14 persen memudahkandalam mengakses penerbangan, terutama bagi mereka yang hendak mudik Lebaran,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/3).
Budi mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat jelas dari meningkatnya angka penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
Total penumpang domestik pada periode H-10 hingga H-7 tercatat mencapai 722.439 orang, atau meningkat 9,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sekitar 661.497 penumpang.
Sejumlah bandara utama seperti Bandara Soekarno-Hatta (CGK), mengalami lonjakan penumpang yang cukup tinggi. Bandara terbesar di Indonesia ini tercatat melayani 56.060 penumpang pada H-7, dengan peningkatan 7 persen dibandingkan tahun lalu.
"Rute penerbangan Jakarta-Medan (CGK-KNO) menjadi yang terbanyak, dengan 5.487 penumpang dan tingkat keterisian (load factor) mencapai 98,6 persen," ungkap dia.
Budi menuturkan, kebijakan fleksibilitas kerja (WFA dan FWA) yang diterapkan mulai 24 Maret 2025 berpotensi meratakan kepadatan pergerakan pemudik.
"Karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengatur waktu mudik secara lebih fleksibel," imbuhnya. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Gubernur Dedi Bakal Stop Kucuran Dana ke Bandara Kertajati, PT Angkasa Pura Ingatkan Soal Perjanjian
5,1 Juta Kendaraan Lintasi Jalan Tol ASTRA Infra Selama Nataru 2025-2026
Jelang Tahun Baru 2026, Arus Penyeberangan dari Jawa ke Sumatera Melonjak Tajam
Libur Nataru 2026, 32 Ribu Penumpang dan 7.000 Kendaraan Menyeberang dari Jawa ke Sumatra
1,19 Juta Penumpang Sudah Datang dan Pergi Lewat Bandara Soetta Jelang Libur Nataru
Masuk Masa Nataru 2026, Lonjakan Keberangkatan Diprediksi Berlangsung Pekan Depan
Amankan Nataru 2025/2026, Operasi Lilin 2025 Kerahkan 146.701 Personel Gabungan
Puncak Arus Mudik Nataru 2025/2026 Diprediksi 24 Desember, Ini Jadwal Arus Baliknya
Jalur Darat Terputus, Komisi V DPR Dorong Pembukaan Penerbangan Bandara Rembele Aceh