MERAHPUTIH.COM - PUSAT perbelanjaan diprediksi tetap ramai meski sebagian warga Kota Jakarta dan sekitarnya mudik Lebaran 2026. PT Sarinah (persero) memperkirakan jumlah pengunjung akan meningkat selama periode Ramadan tahun ini.
Lonjakan diprediksi terjadi seiring dengan pencairan tunjangan hari raya (THR) dan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
“Kami sudah menghitung ada akan ada penaikan 15-20 persen daripada trafik,” kata Direktur Utama Sarinah Raisha Syarfuan di Mal Sarinah, Jakarta, Rabu (4/3).
Ia mengatakan puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada 6 hingga 13 Maret 2026. Ia tetap optimistis meski ada persaingan dengan mal swasta dan e-commerce. Raisha menyebut nilai historis dan pengalaman budaya menjadi keunggulan mutlak Sarinah.
"Sarinah itu ada nostalgianya. Kami tidak hanya fokus berjualan barang, tapi memberikan experience. Pengunjung bisa belanja, makan kuliner langka, hingga menikmati pameran budaya yang tidak ditemukan di tempat lain," tambahnya.
Baca juga:
Sementara itu, Direktur Komersial Injourney, Veronica H Sisilia, menyebut, secara keseluruhan, ekosistem Injourney diprediksi mengalami pertumbuhan pengunjung sekitar 15 persen. Prediksi ini berdasarkan data historis tahun lalu. "Prediksi kami, di tempatnya Bu Raisha dan destinasi tahun ini akan growth sekitar 15 persen. Jadi nanti mungkin Bu Raisha bisa nambahin sekitar 127 ribu orang pengunjung yang akan masuk," kata Veronica
Berdasarkan data historis, InJourney memproyeksikan adanya kenaikan jumlah pengunjung sebesar 15 persen di seluruh ekosistemnya, mulai dari bandara, hotel, hingga destinasi belanja.
Bagi masyarakat yang tidak mudik atau wisatawan domestik yang berkunjung ke Jakarta, Sarinah menjadi destinasi wajib untuk merayakan kemenangan Idul Fitri dengan suasana yang kental akan warisan budaya Indonesia.
Pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk menarik lebih banyak pengunjung, salah satunya diskon besar-besaran.(knu)
Baca juga:
Lebarkan Sayap, Sarinah Akan Hadir di Stasiun Kereta Api dan Bandara