Sidak Pangan Jelang Lebaran 2025, Dinkes Solo Temukan Makanan Rusak Dijual

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 14 Maret 2025
Sidak Pangan Jelang Lebaran 2025, Dinkes Solo Temukan Makanan Rusak Dijual

Dinkes Solo bersama tim gabungan menyidak makanan di sejumlah toko, Kamis (13/3). (Foto: MerahPutih.com/Ismail)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo bersama tim gabungan menggelar inspeksi makanan di sejumlah lokasi toko oleh-oleh Lebaran di Solo, Kamis (13/3). Dari hasil inspeksi tersebut ditemukan, adanya makanan rusak yang dijual.

Kepala Bidang Penyedia Fasilitas Kesehatan dan Kefarmasian Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta, Anom Yuliansyah mengatakan, jelang Lebaran pihaknya melakukan pengawasan makanan. Pengawasan itu melibatkan BPOM, Dinas Perdagangan, dan Satpol PP Surakarta.

“Sasaran pengawasan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda seperti di pasar tradisional, toko modern, hingga sejumlah toko oleh-oleh dan toko roti yang ada di beberapa lokasi di kota Solo,” kata Anom, Kamis (13/3).

Ia menyebutkan, hasil inspeksi ditemukan produk kedaluwarsa, seperti produk bumbu dan saus kemasan juga produk-produk pangan yang pelabelannya kurang lengkap, seperti tanggal kedaluwars tidak jelas dan sejenisnya.

Baca juga:

Dapat Dana Hibah dari Tahir Foundation, Pemkot Solo Minta Museum Sains, dan Teknologi Segera Dibuka

“Dari pasar kita juga temukan barang-barang yang rusak sehingga turun kualitasnya, tetap dijual,” kata dia.

Ia menambahkan, barang makanan yang diamankan berupa bumbu-bumbu dan saus karena kedaluwarsa. Ia pun meminta untuk menyampaikan ke produsen agar melengkapi pelabelan yang ada.

“Kalau makanan ini dibiarkan berbahaya bagi kesehatan. Kami beri peringatan tegas,” katanya.

Baca juga:

Mentan Amran Sidak MinyaKita, Temukan Kecurangan di Pasar Gede Solo

Pihaknya pun mengingatkan kepada penjual, jika mendapati makanan dijual tanpa PIRT, maka tidak perlu menerimanya.

“Kami akan terus pantau penjual makanan sampai Lebaran. Kalau mendapati makanan dijual tanpa PIRT untuk tidak menerimanya,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

#Makanan #Lebaran #Dinas Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.

Berita Terkait

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Berusia 25 Tahun, Gery Garudafood Tembus Pasar Australia hingga Korea Selatan
Memasuki usia ke-25 tahun, Gery semakin memperluas jejaknya di pasar internasional. Dipasarkan di Australia, Korea Selatan, China, hingga India.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Berusia 25 Tahun, Gery Garudafood Tembus Pasar Australia hingga Korea Selatan
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai ISPA akibat cuaca yang tidak menentu dan tingginya polusi udara. Kenali gejala hingga langkah pencegahannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Bagikan