MerahPutih.com - Polresta Surakarta mendirikan lima posko untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2025. Posko tersebut terdiri dari posko pelayanan dan posko terpadu.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan, untuk posko pelayanan ada di Benteng Vastenburg. Sementara itu, posko terpadu di perempatan Gilingan, Makutho, Faroka dan Jurug.
“Kita pusatkan posko tersebut di pusat titik keramaian untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2024,” kata Catur, Sabtu (22/3).
Ia mengatakan, pihaknya juga memfasilitasi warga yang ingin menitipkan kendaraannya ke Mapolresta dan lima Mapolsek saat mudik Lebaran.
Baca juga:
Antisipasi Lonjakan Mudik, Terminal Kalideres Siapkan Posko dan Minta PO Bus Transparan Soal Tarif
“Masyarakat bisa memanfaatkan polsek atau polresta untuk menitipkan kendaraannya,” kata dia.
Ia menjelaskan untuk Operasi Ketupat Candi 2025, pihaknya menerjunkan ratusan personel dan mendirikan sejumlah posko pengamanan mudik lebaran 2025.
Setidaknya, ada 900 personel gabungan yang disiagakan dan lima pos yang didirikan di sejumlah titik kota Solo untuk mengamankan mudik lebaran tahun ini.
"Untuk operasi ketupat candi yang pasti kita 14 hari laksanakan, H-7 H+7. Jumlah personel yang kita libatkan sejumlah 900 personel dari berbagai unsur baik dari polri maupun elemen masyarakat," ungkap Catur.
Baca juga:
Catur menambahkan, bahwa dalam operasi ketupat Candi kali ini ada tiga hal yang menjadi fokus petugas gabungan dari lalu lintas, keamanan hingga hospitality.
"Yang perlu diwaspadai terutama di Polda Jateng itu ada tiga sasaran yaitu yang berkaitan lalu lintas, kedua keamanan," kata dia.
Catur mengaku tengah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk mendata warga Solo yang hendak mudik.
Hal itu disebut Catur tak lain untuk mengantisipasi tindak kriminalitas pencurian di rumah-rumah warga yang tengah ditinggal mudik.
Baca juga:
"Kami berpesan kepada warga Surakarta bagi yang meninggalkan rumah untuk mudik bisa dilaporkan ke masing-masing ketua RT, Bhabinkamtibmas maupun polisi RW akan mendata dan melakukan patroli," papar dia.
Ia menambahkan, personil gabungan juga akan disiagakan selama 24 jam selama operasi Ketupat Candi 2025 digelar untuk mengantisipasi adanya permohonan bantuan dari masyarakat maupun pemudik.
"Yang ketiga sasaran hospitality, ketika ada masyarakat kurang dalam artian butuh bantuan, kita 24 jam kita siap membantu baik secara keamanan maupun kesehatan," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

