Sambut Lebaran di Rumah, Sulap Ruang Pribadi Jadi Tempat Kumpul nan Nyaman

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 15 Maret 2026
Sambut Lebaran di Rumah, Sulap Ruang Pribadi Jadi Tempat Kumpul nan Nyaman

Rayakan Lebaran di rumah sendiri.(foto: Do IKEA)

MERAHPUTIH.COM — MINAT orang Indonesia untuk mudik di 2026 ini makin menurun. Seiring dengan itu, banyak yang mengalihkan mudik dengan membuka rumah mereka untuk jadi tempat berkumpul keluarga dan teman.

In this economy, mudik sudah pasti membutuhkan pertimbangan matang terlebih dari sisi finansial. Hal itu tergambar dari dinamika rencana mudik masyarakat tahun ini yang terekam dalam survei Litbang Kompas. Disebutkan, minat mudik pada Lebaran 2026 hanya sebanyak 23,3 persen. Jumlah itu lebih rendah ketimbang 25,7 persen pada tahun sebelumnya.

Mayoritas responden (76,7 persen) menyatakan tidak mudik atau masih mempertimbangkan rencana untuk mudik. Selain itu, 49,4 persen responden juga mengaku memiliki kekhawatiran terhadap kondisi keuangan saat Lebaran. Situasi tersebut membuat sebagian orang memilih merayakan hari raya dengan cara yang lebih sederhana, termasuk berkumpul di rumah mereka sendiri.

Situasi ini membuat sebagian orang memilih merayakan hari raya dengan cara yang lebih sederhana, termasuk berkumpul di rumah mereka sendiri, bahkan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah saat Lebaran. Rumah yang biasanya hanya menjadi ruang pribadi kini perlahan berubah menjadi tempat berkumpul, menyambut keluarga, serta berbagi cerita saat hari raya.

“Lebaran pertama di rumah sendiri sering menjadi momen yang membuat banyak orang mulai memikirkan rumah mereka secara berbeda. Tiba-tiba kita menyadari apakah kursinya cukup, di mana tamu akan duduk, atau bagaimana makanan akan dibagikan saat semua orang berkumpul. Hal-hal kecil seperti ini sering menjadi bagian dari pengalaman menjadi tuan rumah, dan justru di situlah kehangatan sebuah rumah terasa,” ujar Public Relations Manager of IKEA Indonesia Ririn Basuki dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Nah, buat kamu yang tahun ini malah membuka rumahmu sebagai tempat berkumpul alih-alih pergi musik, berikut hal yang mesti kamu perhatikan dalam persiapannya.

Baca juga:

Mudik Tenang, ini Cara Menjaga Rumah Tetap Aman saat Ditinggal




Memulai Percakapan sebagai Tuan Rumah



Ketika memutuskan merayakan Lebaran di rumah sendiri, persiapannya sering dimulai dari percakapan sederhana. Siapa saja yang akan datang? Berapa banyak tamu yang kemungkinan berkumpul? Apakah kunjungan berlangsung singkat atau cukup lama?

Pertanyaan seperti ini membantu kamu sebagai tuan rumah membayangkan suasana di rumah saat hari raya nanti. Dari situ, biasanya mulai muncul berbagai pertimbangan, mulai dari jumlah tempat duduk, hingga area mana yang paling nyaman digunakan untuk berkumpul. Dengan gambaran yang lebih jelas, tuan rumah dapat menata rumah secara lebih terencana sehingga suasana tetap terasa hangat dan nyaman bagi semua orang yang datang berkunjung.


Menentukan Area Rumah untuk Berkumpul



Setiap rumah biasanya memiliki satu area yang secara alami menjadi tempat berkumpul. Bisa di ruang tamu, dekat meja makan, atau bahkan di sudut dengan karpet tempat duduk santai. Menentukan titik berkumpul seperti ini membantu menciptakan suasana yang lebih akrab saat tamu datang.

Kursi dapat diatur agar orang berhadapan, sedangkan meja kecil dapat digunakan untuk meletakkan camilan dan minuman. Ketika semua orang berkumpul di satu tempat yang nyaman, percakapan pun mengalir lebih mudah. Suasana rumah menjadi lebih hidup karena keluarga dan sahabat dapat berbagi cerita dalam ruang yang terasa hangat dan terbuka.

Memastikan Rumah Siap untuk Aktivitas yang Lebih Ramai

Saat menerima tamu, banyak orang baru menyadari bahwa rumah perlu dipersiapkan dengan cara yang berbeda dari hari biasa. Hal-hal yang sebelumnya jarang dipikirkan mulai menjadi perhatian, seperti bagaimana tamu akan berkumpul, di mana hidangan diletakkan, atau bagaimana percakapan dapat berlangsung dengan nyaman.

Oleh karena itu, sebagian orang memilih melakukan penyesuaian kecil sebelum Lebaran, mulai dari menata ulang area berkumpul hingga memastikan ruang dapat digunakan dengan lebih fleksibel saat tamu datang. Persiapan sederhana seperti ini sering membantu tuan rumah menikmati waktu bersama keluarga dan sahabat tanpa harus terlalu khawatir dengan kondisi rumah selama kunjungan berlangsung.



Menyajikan Hidangan dengan Cara yang Lebih Santai



Hidangan Lebaran selalu menjadi bagian penting dari kunjungan keluarga. Namun, banyak tuan rumah kini memilih cara penyajian yang lebih santai agar suasana berkumpul terasa lebih natural. Alih-alih menyajikan semuanya secara formal, makanan dan camilan sering ditata di satu meja yang mudah dijangkau.

Tamu dapat mengambil sendiri hidangan yang mereka inginkan sambil tetap berbincang dengan orang di sekitarnya. Pendekatan seperti ini membuat suasana terasa lebih akrab dan fleksibel. Orang dapat bergerak dengan leluasa, menikmati hidangan, serta berbagi cerita tanpa harus mengikuti susunan jamuan yang terlalu kaku.



Menyiapkan Sentuhan Kecil untuk para Tamu


Selain ruang berkumpul dan hidangan, perhatian kecil juga dapat membuat kunjungan terasa lebih berkesan. Beberapa tuan rumah menyiapkan camilan favorit keluarga, sedangkan yang lain menyiapkan buah tangan sederhana untuk dibawa pulang. Detail seperti ini sering menjadi bagian yang paling diingat dari sebuah kunjungan.

Bukan karena kemewahannya, melainkan karena menunjukkan perhatian kepada orang yang datang berkunjung. Hal-hal sederhana tersebut membantu menciptakan pengalaman yang hangat, dengan tamu merasa benar-benar diterima. Bagi banyak orang, momen seperti inilah yang membuat tradisi berkumpul saat Lebaran terasa semakin bermakna.

Persiapan seperti ini sering membuat banyak orang mulai melihat kembali kebutuhan rumah mereka menjelang Lebaran, mulai dari mencari tempat duduk tambahan hingga perlengkapan makan untuk menyambut tamu. Berbagai kebutuhan tersebut juga bisa menambah pengeluaran ketika rumah dipersiapkan untuk berkumpul bersama, terutama bagi mereka yang sedang lebih berhati-hati mengatur keuangan.(*)

Baca juga:

4 Spot Seru Ngabuburit di LEGO Ramadan Play Bazaar Bintaro Jaya Xchange

#Lebaran #Lebaran 2026 #Mudik
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Jelang Libur Panjang Iduladha 2026, Kemenhub Fokus Pengawasan Keselamatan Bus AKAP
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP di 115 Terminal Tipe A menjelang libur Iduladha 2026. Penumpang diminta cek kelaikan armada lewat aplikasi Mitra Darat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Jelang Libur Panjang Iduladha 2026, Kemenhub Fokus Pengawasan Keselamatan Bus AKAP
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Program Mudik Bareng Diton 2026 sukses memberangkatkan pemudik gratis dari Cikarang ke Surabaya dan Yogyakarta. Kuota meningkat karena antusiasme tinggi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Berdasarkan data lebih dari 57 persen pendatang baru yang datang ke Jakarta berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Ini Lokasi Parkir Pengunjung Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Jakarta
Masyarakat yang akan menyaksikan kegiatan Lebaran Betawi 2026 dilarang memarkirkan kendaraan di badan jalan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Ini Lokasi Parkir Pengunjung Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Jakarta
KAI Catat 5 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 118%
KAI melayani 5,08 juta penumpang selama Lebaran 2026, naik 8 persen. Okupansi KA jarak jauh tembus 118% dengan ketepatan waktu hampir 100%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
KAI Catat 5 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 118%
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,4 persen dibanding kondisi normal dan 2,3 persen dibandingkan Lebaran 2025
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Ekonomi Jakarta Menguat saat Imlek dan Lebaran 2026, JFW Catat Rekor Transaksi
Ekonomi Jakarta meningkat saat Imlek dan Lebaran 2026. Jakarta Festive Wonders (JFW) mencatatkan rekor transaksi.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Ekonomi Jakarta Menguat saat Imlek dan Lebaran 2026, JFW Catat Rekor Transaksi
Antrean Kendaraan Arus Balik Mengular di Pelabuhan Ketapang, ASDP Kerahkan 34 Unit Kapal
22 kapal di antaranya menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB) di Dermaga III, Dermaga MB 4, LCM dan Dermaga Bulusan, serta didukung empat kapal perbantuan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Maret 2026
Antrean Kendaraan Arus Balik Mengular di Pelabuhan Ketapang,  ASDP Kerahkan 34 Unit Kapal
8 Cara Mengatasi Post Holiday Blues setelah Lebaran, Biar Kembali Semangat!
Ada cara mengatasi post holiday blues setelah Lebaran. Meski terasa mengganggu, kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa langkah.
Soffi Amira - Senin, 30 Maret 2026
8 Cara Mengatasi Post Holiday Blues setelah Lebaran, Biar Kembali Semangat!
Klaim Indikator Keberhasilan Operasi Ketupat 2026
Pembentukan TGPF juga menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Klaim Indikator Keberhasilan Operasi Ketupat 2026
Bagikan