Pesan Menag Sikapi Potongan Pesan Viral; Jangan Salahkan Orang dari Potongan Ceramah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026
Pesan Menag Sikapi Potongan Pesan Viral; Jangan Salahkan Orang dari Potongan Ceramah

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan ceramah Subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (7/3/2026). ANTARA/HO-Masjid Al-Akbar Surabaya

MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan ceramah Subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (7/3).

Dalam ceramahnya ia meluruskan terkait polemik pernyataannya tentang zakat yang sempat viral di media sosial.

"Jangan salahkan orang dari potongan ceramah, barangkali kita belum sampai kepada apa yang dimaksud penceramah itu. Itu seperti seorang sufi Al-Hallaj (858-922 M) yang dieksekusi mati, karena dianggap sesat, tapi darah yang mengalir dari tubuhnya akhirnya membentuk la ilaha illallah untuk penunjuk bahwa dia benar," katanya.

Dalam ceramah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang dihadiri sekitar 1.000 orang, Nasaruddin Umar menjelaskan, potongan pernyataannya yang viral terkait zakat 2,5 persen bukan berarti dirinya menganggap zakat tidak wajib.

Ia menegaskan, pemberdayaan umat tidak cukup hanya mengandalkan zakat, tetapi juga perlu mengoptimalkan sumber dana sosial keagamaan lain, seperti wakaf, infak, sedekah, serta berbagai potensi harta umat.

"Namun, pemberdayaan umat itu tidak cukup hanya dengan zakat, tapi ada wakaf, infak, sedekah, dan banyak pundi-pundi mal yang perlu dioptimalkan agar kemiskinan umat pun teratasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak pengelola MAS untuk menjadikan masjid sebagai contoh penguatan pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi dana sosial keagamaan.

Menurut dia, sejumlah negara seperti, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab mampu menghimpun dana sosial keagamaan dalam jumlah besar melalui kementerian wakaf untuk mendorong produktivitas masyarakat.

"Mari kita jadikan Masjid Al-Akbar ini sebagai contoh dalam ikhtiar optimalisasi dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan jamaah. Di Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab melalui Kementerian Wakaf pun mampu menghimpun dana sosial keagamaan hingga 25-40 persen untuk pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif dan berkelanjutan secara sosial dan ekonomi," katanya.

Menteri Agama juga mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan martabat beragama.

Ia menekankan bahwa ajaran Islam mendorong umat untuk terus meningkatkan kualitas keimanan, kesabaran, syukur, serta amal saleh.

"Segala sesuatu itu diciptakan dengan martabat, ada martabat di bawah, ada martabat di atas. Manusia juga awalnya dari langit, lalu turun/jatuh ke bumi, nantinya naik ke langit lagi," katanya.

#Kemenag #Ramadan #Nasaruddin Umar
Bagikan
Ditulis Oleh

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.

Berita Terkait

Tok! 46 Negara Pilih Menag Nasaruddin Umar Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Menag Nasaruddin Umar resmi terpilih jadi Presiden Pertama IAMI di IGIC 2026. Jakarta ditunjuk sebagai sekretariat permanen Majelis Imam Masjid Dunia!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Tok! 46 Negara Pilih Menag Nasaruddin Umar Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Dapat Dukungan Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus sebagai Menteri Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat dukungan maju sebagai calon Ketum PBNU. Namun, ia tetap fokus menjalankan amanah sebagai Menag.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Dapat Dukungan Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus sebagai Menteri Agama
Kemenag Sebut Menteri Agama Mundur dari Jabatannya Hoaks
Isu mundurnya Menag pertama kali dipublikasikan salah satu media online.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Kemenag Sebut Menteri Agama Mundur dari Jabatannya Hoaks
Menag: Bangun Indonesia tak Cukup dengan Kerja, Perlu 'Mengetuk Langit' lewat Doa
Doa merupakan bagian penting dalam perjalanan bangsa untuk menjaga persatuan sekaligus memohon keberkahan bagi Indonesia.
Dwi Astarini - Minggu, 02 Agustus 2026
Menag: Bangun Indonesia tak Cukup dengan Kerja, Perlu 'Mengetuk Langit' lewat Doa
Kemenag Ajak Seluruh Umat Berdoa dan Berzikir Sambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar bangsa tetap diberi persatuan, kedamaian, dan kemajuan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kemenag Ajak Seluruh Umat Berdoa dan Berzikir Sambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Lokasi Lewat Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026
Sebanyak 725.669 lokasi mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Kemenag memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat untuk memverifikasi arah kiblat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Lokasi Lewat Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026
Kemenag Rancang Program Sistematis Tangkal LGBTQ, Salah Satunya lewat Bimbingan Perkawinan
Dalam upaya mencegah penyebaran budaya LGBTQ, ada sejumlah peran penting yang bisa diambil Kementerian Agama.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Kemenag Rancang Program Sistematis Tangkal LGBTQ, Salah Satunya lewat Bimbingan Perkawinan
Kemenag Tegaskan LGBTQ Dilarang dalam Pandangan Semua Agama
Kemenag memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk menindaklanjuti amanah Perpres No 111 Tahun 2025.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Kemenag Tegaskan LGBTQ Dilarang dalam Pandangan Semua Agama
Prabowo Keluarkan Perpres LGBTQ, Kemenag Siapkan Konten Edukasi Cegah Penyebaran
Penyebaran budaya LGBTQ harus dicegah melalui edukasi resmi yang berpijak pada nilai agama, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Keluarkan Perpres LGBTQ, Kemenag Siapkan Konten Edukasi Cegah Penyebaran
KPK Periksa Bos Maktour, Selidiki Dugaan Aliran Dana Kuota Haji Khusus ke Pejabat Kemenag
KPK mendalami dugaan aliran dana dari penyelenggara ibadah haji khusus kepada pihak Kementerian Agama dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
KPK Periksa Bos Maktour, Selidiki Dugaan Aliran Dana Kuota Haji Khusus ke Pejabat Kemenag
Bagikan