MERAHPUTIH.COM - HEWAN kurban yang dijual di Jakarta sudah mulai diburu masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026/1447 Hijriah. Kurban yang paling laku terjual oleh pedagang yakni jenis kambing. Aktivitas penjualan terlihat di sejumlah titik seperti Tanah Abang, Ciracas, Pademangan hingga kawasan Srengseng.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengungkapkan banyak pedagang melaporkan antusiasme pembeli yang meningkat jika dibandingkan dengan periode serupa tahun sebelumnya, dengan lebih dari 50 persen stok di beberapa lapak.
Chico mengungkapkan pemesanan datang dari individu, perusahaan, komunitas, hingga lembaga sosial sejak awal Mei.
"Misalnya di Jakarta Selatan dan area seperti Srengseng sudah laku dipesan atau terjual sejak awal Mei," kata Chico kepada wartawan, Selasa (19/5).
Kambing disebut menjadi hewan kurban yang paling cepat terserap pasar. Sementara itu, penjualan sapi di sejumlah lapak ikut terdampak kenaikan harga. "Ada laporan kambing cukup diminati, sedangkan sapi mengalami kenaikan harga yang memengaruhi volume di sebagian pedagang," ujar Chico.
Baca juga:
Jelang Idul Adha 2026, Pemprov DKI Perketat Pengawasan Hewan Kurban Cegah PMK
Meski begitu, ia menilai pasar hewan kurban Jakarta masih relatif kuat ketimbang beberapa daerah penyangga di Jabodetabek. Kondisi ini berbeda dengan Bekasi yang dilaporkan mengalami penurunan penjualan akibat harga pakan dan daya beli masyarakat.
Di lain sisi, pemerintah memastikan stok hewan kurban aman hingga Idul Adha nanti. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, potensi ketersediaan hewan kurban nasional mencapai 3.246.790 ekor, sementara kebutuhan diperkirakan sekitar 2.355.470 ekor atau surplus sekitar 891 ribu ekor. "Kebutuhan tahun ini naik sekitar 3,82 persen ketimbang 2025, tapi pasokan aman dan terkendali," ucapnya.
Pemprov DKI melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) juga terus berkoordinasi dengan daerah pemasok untuk menjaga distribusi hewan kurban tetap lancar, termasuk memantau lalu lintas ternak yang masuk ke Jakarta.
"Stok di lapak-lapak mulai menipis di beberapa tempat karena pemesanan awal, tapi secara keseluruhan tersedia cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat Jakarta. Pemprov memastikan distribusi lancar dan tidak ada kekhawatiran kekurangan," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Menolak Mainstream! Penjual Hewan Kurban di Depok ini Sulap SPG Jadi Pramugari Timur Tengah

