MERAHPUTIH.COM — KEPADATAN pemudik mulai terlihat dari Jawa menuju Sumatra melalui lintasan Merak-Bakauheni mulai H-8 Idul Fitri 1447 Hijriah atau Jumat (13/3).
"Menjelang Hari Raya Idul Fitri, mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai meningkat, pergerakan pemudik yang hendak menyeberang dari Jawa menuju Sumatra di lintasan Merak-Bakauheni mulai menunjukkan dinamika," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo, dikutip ANTARA.
ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan agar perjalanan masyarakat berlangsung lancar, aman, dan nyaman, mengingat jalur Merak-Bakauheni memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarpulau. Heru mengaku pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif sejak dini guna mempersiapkan lonjakan mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran.
"Kami terus melakukan berbagai persiapan mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung tertib dan lancar," ujar Heru.
Dalam mendukung kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran, jumlah operasional armada kapal disesuaikan dengan tingkat kepadatan arus, yakni berkisar 28 hingga 33 kapal per 24 jam yang siap melayani pengguna jasa. Selain itu, perusahaan juga akan menerapkan pola operasional tiba, bongkar, dan berangkat (TBB) guna mempercepat proses pelayanan di pelabuhan sehingga pergerakan kapal menjadi lebih efisien dan mampu mengakomodasi tingginya mobilitas penumpang maupun kendaraan.
Baca juga:
ASDP Bakauheni Siapkan 57 Kapal untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Turun Dibandingkan 2025
Kesiapan tersebut juga diperkuat melalui peningkatan berbagai fasilitas pelayanan di pelabuhan, antara lain layanan customer service 24 jam, penambahan garbarata Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portabel, serta penguatan penerangan dan sistem kelistrikan di area pelabuhan.
Selain itu, ASDP juga menghadirkan shuttle bus listrik di kawasan pelabuhan Merak dan Bakauheni guna mempermudah mobilitas pengguna jasa, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Corporate Secretary of ASDP Windy Andale menambahkan perusahaan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat konektivitas transportasi menuju pelabuhan. Windy menyebut selama 13-16 Maret, telah disediakan 20 unit angkutan umum secara gratis yang melayani beberapa rute penghubung, yaitu Stasiun Cilegon-Stasiun Kerenceng (2 unit) dan Stasiun Kerenceng-Stasiun Merak (1 unit). Ada pula angkutan Stasiun Cilegon-Stasiun Merak (9 unit), Stasiun Merak-Stasiun Cilegon (7 unit), serta Stasiun Merak-Stasiun Kerenceng (1 unit).
"Distribusi armada tersebut menyesuaikan pergerakan penumpang yang datang secara bertahap dari perjalanan kereta api," kata Windy.
Lebih lanjut, dia mengatakan ASDP bersama mitra transportasi dan pemangku kepentingan di lapangan juga terus melakukan koordinasi guna memastikan ketersediaan kendaraan penghubung dapat dioptimalkan.
"Terutama, pada jam-jam kedatangan kereta dengan volume penumpang yang lebih tinggi," jelas Windy.(*)
Baca juga:
Mudik Lebaran 2026, ASDP Siapkan 57 Kapal di Lintasan Merak–Bakauheni

