Pasien Jantung Jangan Makan Berlebih Saat Berbuka Puasa, Akibatnya Bisa Fatal!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 13 Februari 2026
Pasien Jantung Jangan Makan Berlebih Saat Berbuka Puasa, Akibatnya Bisa Fatal!

Ilustrasi jantung manusia (Foto: Unsplash/Ali Hajiluyi)

MerahPutih.com - Bulan suci Ramadan 2026 sudah di depan mata. Tiap kali memasuki Ramadan, isu pasien penyakit kronis khususnya gangguan Jantung berbahaya atau tidak jika tetap menjalani ibadah puasa penuh.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA mencoba menjawab perdebatan itu. Menurut dia, pasien dengan gangguan irama jantung tetap aman menjalankan ibadah puasa selama menjalani persyaratan khusus.

“Secara langsung puasa tidak berbahaya bagi pasien gangguan irama jantung,” kata dr. Ardian, dalam konferensi pers Pulse Day 2026 bertajuk “Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat” di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat (13/2).

Baca juga:

Gubernur Pramono Minta Penerima tak Gadaikan KJP Jelang Puasa

Jadwal Obat dan Pantangan Wajib

Menurut dia, sebagian besar pasien gangguan irama jantung tidak memerlukan perlakuan khusus saat berpuasa. Asalkan, prinsipnya obat tetap dikonsumsi dengan dosis yang sama oleh pasien, hanya jadwalnya disesuaikan.

“Jika obat diminum tiga kali sehari, jadwalnya bisa diatur saat buka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur,” imbuh dr Ardian, dilansir Antara.

Dokter anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia (PERITMI) itu menekankan pentingnya menghindari makan berlebihan saat berbuka karena bisa berakibat fatal.

“Setelah puasa seharian, kadang asupan justru berlebihan. Itu bisa menjadi pemicu kekambuhan pada penyakit jantung tertentu,” tuturnya.

Baca juga:

Pertanda Bahaya! 418 Jamaah Haji Indonesia Meninggal Mayoritas Penyakit Jantung

Harus Konsultasi Dokter Terlebih Dahulu

Meski sebagian besar pasien aman berpuasa, dr. Ardian mengingatkan tidak semua kondisi jantung cocok untuk berpuasa.

Pasien gagal jantung stadium lanjut, penderita penyakit jantung bawaan berat, serta pasien yang sangat bergantung pada obat rutin dan pembatasan cairan dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Pasien yang sangat bergantung pada obat rutin dan pembatasan cairan, serta beberapa kelainan jantung bawaan tertentu, harus memastikan dulu ke dokter apakah aman untuk berpuasa,” tandasnya. (*)

#Iqra #Kesehatan #Penyakit Jantung Dan Stroke
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.

Berita Terkait

Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Ratusan Jamaah Terlantar, Kemenhaj Blokir Travel Umrah PT JGroup dan Annisa Ahmada Travelindo
Kementerian Haji dan Umrah resmi memblokir akses SISKOPATUH PT JGroup dan Annisa Ahmada Travelindo akibat penelantaran ratusan jamaah umrah di Indonesia dan Arab Saudi.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Ratusan Jamaah Terlantar, Kemenhaj Blokir Travel Umrah PT JGroup dan Annisa Ahmada Travelindo
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan