Pakai Kapal Laut, Kemenhub Minta Warga Mudik Lebaran Lebih Awal

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
Pakai Kapal Laut, Kemenhub Minta Warga Mudik Lebaran Lebih Awal

Kapal Penumpang PELNI saat sandar di Pelabuhan Manokwari. ANTARA/Ali Nur Ichsan

MerahPutih.com - Masyarakat diminta untuk merencanakan perjalanan mudik lebih awal guna menghindari lonjakan jumlah penumpang saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, terutama dengan angkutan laut di sejumlah wilayah Indonesia.

Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah kapal negara di berbagai wilayah untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang yang tidak dapat tertampung oleh kapal komersial.

Kasubdit Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub Alwan Rasyid menyebutkan kebijakan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kelancaran serta keselamatan pelayaran selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.

“Kapal negara disiagakan sebagai dukungan apabila terjadi peningkatan permintaan penumpang yang tidak dapat sepenuhnya tertampung oleh kapal komersial,” ucapnya.

Baca juga:

Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026

Ia menegaskan, perencanaan perjalanan oleh masyarakat sejak jauh hari menjadi faktor penting dalam mengendalikan lonjakan penumpang di pelabuhan.

Lonjakan jumlah penumpang yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan penumpukan di pelabuhan dan dapat berdampak pada aspek keselamatan pelayaran.

Kemenhub mendorong masyarakat untuk membeli tiket lebih awal serta menyesuaikan jadwal perjalanan dengan ketersediaan kapasitas angkut kapal.

Selain menyiapkan kapal negara, Kemenhub juga membuka kemungkinan pemberian dispensasi pengangkutan penumpang dalam kondisi tertentu.

Alwan menegaskan dispensasi hanya dapat diberikan dengan syarat seluruh ketentuan keselamatan dipenuhi secara ketat oleh operator kapal.

“Kapal tetap harus beroperasi sesuai standar teknis dan kapasitas maksimum yang diizinkan,” katanya.

Pengawasan terhadap pelaksanaan angkutan laut Lebaran akan terus dilakukan oleh jajaran kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan di daerah agar angkutan laut Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.

#Kemenhub #Kapal Laut #Mudik
Bagikan
Ditulis Oleh

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.

Berita Terkait

Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Selama berada di laut, Akmal menghadapi gelombang besar yang membuat dirinya bersama empat ABK lainnya terus berusaha mempertahankan pegangan sampai pertolongan tiba.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Cari Korban Kapal Virgo Transport 8, Penyelam Pasukan Khusus TNI-AL Gunakan Drone Laut
Ada 622 orang personel tim SAR gabungan yang dikerahkan mencari para korban Kapal Virgo Transport 8.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Cari Korban Kapal Virgo Transport 8, Penyelam Pasukan Khusus TNI-AL Gunakan Drone Laut
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Masalembo telah lama menjadi momok pelayaran di Indonesia. Perairan antara Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores itu kerap disebut-sebut segitiga bermuda-nya Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Pejabat Kemenhub Diduga Minta Commitment Fee 5 Persen, Proyek Perlintasan Kereta Rp 20,7 Miliar Jadi Sorotan
Dakwaan KPK mengungkap dugaan commitment fee 5 persen dalam proyek perlintasan sebidang Jawa dan Sumatera senilai Rp 20,7 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Pejabat Kemenhub Diduga Minta Commitment Fee 5 Persen, Proyek Perlintasan Kereta Rp 20,7 Miliar Jadi Sorotan
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Kemenhub belum membuka sejumlah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, termasuk 409 domestik.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Mayoritas armada asing yang masuk merupakan helikopter karena memiliki kemampuan efektif dalam mendukung pemadaman api dari udara di lokasi terdampak.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Bagikan