MerahPutih.com - Polri resmi mengakhir Operasi Ketupat 2026 seiring dengan berakhirnya fase puncak arus balik lebaran gelombang pertama tahun ini 23-24 Maret.
Meski Operasi Ketupat sudah berakhir, jajaran polisi lalu lintas (polantas) tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi potensi gelombang kedua puncak arus balik pada 28–29 Maret 2026 mendatang
“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho di Semarang, Jawa Tengah, dikutip Kamis (26/3).
Baca juga:
Lebaran 2026 Pecahkan Rekor Baru! Puncak Arus Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah Pulau Jawa
5 Klaster Utama Operasi Ketupat 2026
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama, yaitu jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.
Hingga saat ini, Kakorlantas mengungkapakan arus lalu lintas di sejumlah wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih terpantau padat.
“Karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal,” tutur mantan Wakapolda Jawa Tengah itu.
Baca juga:
Pola Baru Mudik 2026, Arus Mudik dan Balik Lebaran Hari Kedua di Tol Sama-Sama Naik
Fatalitas Korban Laka Lantas Lebaran 39%
Agus menegaskan, meskipun volume kendaraan masih tergolong tinggi, kondisi arus lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik berkat berbagai strategi rekayasa yang diterapkan. Dari sisi keselamatan, capaian positif juga terlihat dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.
Data sementara menunjukkan penurunan fatalitas korban hingga 39 persen, serta penurunan jumlah kejadian kecelakaan sebesar 4,90 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Jadi kami laporkan sampai saat ini cukup terkelola dengan baik,” tutup jenderal polisi bintang dua lulusan AKPOL 1991 itu. (Knu)